Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 20:43 WIB
Hutan Srengseng Dipadati Ribuan Warga
Penulis: Ali Sobri | Sabtu, 9 Juni 2012 | 20:03 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com--Festival Budaya Betawi 2012 berlangsung meriah. Suasana di kawasan Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat tampak riuh oleh kehadiran warga Srengseng dan ribuan pengunjung yang memadati area seluas 15 hektare tersebut.

Tak terkecuali, Walikota Administrasi Jakarta Barat Burhannudin yang ikut urung rembuk dalam kemeriahan pesta rakyat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-485 itu. Dalam balutan busana tradisional Betawi tempo dulu, Ia pun ikut membudayakan pantun di hadapan warganya, Sabtu (9/6/2012).

"Buah Sentul buah Kecapi, dipetik bersama tadi pagi di Slipi, Eh warga Jakarta sudah berjanji, lestarikan budaya Betawi! Tepuk tangan!" serunya disambut tepuk tangan pengunjung. Warga Jakarta, menurutnya memang majemuk, bahkan multi majemuk.

Selain warga Jakarta asli, penduduk Jakata juga dipenuhi para pendatang dari berbagai suku, etnis dan kebudayaan. Namun siapapun yang tinggal di Jakarta, semuanya boleh menikmati dan melestarikan kebudayaan Betawi - Jakarta. "Siapa pun kita yang tinggal di Jakarta, kita budayakan asimilasi. Ada bernuansa lokal masing-masing, tapi tetap ala Jakarta. Artinya semua warga bisa diterima di Jakarta," ucapnya menyebutkan kalau ada semacam kampung tertua di Jakarta yang penduduknya kebanyakan dari daerah lain.

"Contohnya ada kampung melayu, kampung Jawa, Bugis dan Tambora juga bisa, semuanya diterima oleh warga Jakarta, dan semuanya bisa melestarikan budaya Jakarta," katanya sebelum membuka kegiatan Festival Budaya Betawi kali ke-8 tersebut.

Ia juga menyatakan kalau pesta rakyat ini memang untuk semua yang tinggal di Jakarta, tidak terkecuali siapa pun. Maka, bagi warga Jakarta, diajaknya pula untuk ikut larut dalam nuansa lokal budaya Betawi. Dalam semarak festival tersebut, busana Sadariah dan kebaya encim memang ramai dikenakan oleh pengunjung pria dan wanita FBB 2012.

Pengunjung seakan diingatkan tentang kesahajaan busana tradisional tempo dulu yang kerap menjadi kesehari-harian para leluhurnya. Selain itu, kekentalan budaya juga dapat ditemukan di panggung utama FBB 2012. Pentas kesenian betawi, seperti tanjidor, marawis, tarian Betawi, Gambang Kromong, Lenong, silat, arak-arak ondel-ondel, dan sunatan betwi juga turut meramaikan acara yang berlangusng mulai pukul 07.30 WIB.

Sampai dengan malam nanti, FBB juga menggelar berbagai macam lomba dan permainan tradisional, antara lain lomba pencak silat, lomba egrang, bakiak, lomba balok estafet, balap karung., dan lomba memancing ikan di danau buatan Hutan Kota Srengseng.

Selain itu, masih ada pameran dan bazar dari masing-masing kecamatan di Jakarta Barat, serta disemarakkan juga oleh berbagai masakan tradisional khas Betawi yang nantinya, pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan minuman khas Betawi serta produk unggulan Jakarta Barat seperti dodol, bir pletok, dan kerak telor.

Editor :
Jodhi Yudono