Kamis, 27 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 27 November 2014 | 12:19 WIB
Atraksi Budaya PKB Sajikan Keragaman Seni Nusantara
Jumat, 8 Juni 2012 | 20:08 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Inilah okokan atau alat musik tradisional dari kayu di Bali. Okokan akan dipakai saat pawai kesenian menjelang pembukaan Pesta Kesenian Bali, Minggu (10/6/2012).

DENPASAR, KOMPAS.com--Atraksi atau pawai budaya yang akan memeriahkan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIV tahun 2012 disajikan dalam berbagai bentuk dan keragaman kesenian Bali dan Nusantara.

"Penampilan duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali ditata sedemikian rupa untuk memberikan nuansa baru yang berbeda dengan kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya," kata I Gede Arya Sugiartha, anggota tim pawai PKB, di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, penataan pawai yang akan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (10/6) itu diharapkan mampu memberikan nuansa baru menyangkut peserta, bentuk dan tata penyajiannya.

Pawai pembukaan PKB selain melibatkan duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini juga melibatkan instansi pemerintah dan perguruan tinggi.

"Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya Bali, sekaligus menampilkan kreativitas dalam menyemarakkan aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata," ujar   Arya Sugiartha yang juga Pembantu Rektor II Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Didampingi Putu Sedana, Kepala Seksi Pelestarian dan Pengembangan Seni pada Dinas Kebudayaan Bali, ia mengatakan, lima perguruan tinggi negeri dan swasta ikut memeriahkan PKB kali ini.

Keempat perguruan tinggi meliputi Universitas Hindu (UNHI), Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Universitas Warmadewa, Universitas Udayana (Unud) Denpasar dan ISI Denpasar.

Selain itu juga ikut serta utusan dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Maluku, etnis Batak dan pemuda Konghucu Bali.

Arya Sugiartha menambahkan, untuk memberikan warna baru dari segi penampilan, kenyamanan bagi seniman, khususnya dalam mengantisipasi desakan penonton di depan Monumen Bajra Sandhi Denpasar pihaknya menyediakan panggung pentas berjalan.

Panggung yang bergerak itu disediakan untuk masing-masing duta seni kabupaten/kota. Bentuk dan motif hiasan panggung berjalan ditentukan berdasarkan materi dan judul masing-masing kelompok penyajian, ujar Arya Sugiartha.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono