LONDON, KOMPAS.com--Penulis Amerika Serikat Madeline Miller, Rabu, memenangkan penghargaan Orange kategori fiksi untuk novelnya "The Song of Achilles", sebuah kisah humor cinta dan persahabatan.
Novel Miller menceritakan kisah Patroclus, seorang pangeran muda canggung di pengasingan yang pertemanannya dengan seorang pahlawan Yunani kuno, Achilles, tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam. Ketika ada kabar bahwa Helen dari Sparta diculik, Patroclus melakukan perjalanan menuju Troya dengan Achilles, dengan hanya sedikit pemahaman mengenai apa yang akan terjadi.
"Ini adalah kemenangan yang lebih dari layak - asli, penuh semangat, dan berdaya cipta, " kata kepala panel penghargaan Orange Yohana Trollope dalam pernyataannya. "Homer akan sangat bangga padanya."
Penghargaan Orange untuk fiksi itu diberikan sejak tahun 1996 untuk merayakan dan mempromosikan fiksi yang ditulis oleh wanita di seluruh dunia guna mejangkau pembaca seluas mungkin. Penghargaan itu diberikan untuk novel terbaik tahun ini yang ditulis dalam bahasa Inggris oleh seorang wanita dan pemenangnya akan memperoleh hadian sebesar 30 ribu pound ($ 47,000).
Miller masuk dalam kelompok elit para pemenang penghargaan Orange, antara lain Tea Obreht untuk novel "The Tiger’s Wife " ( 2011 ), Zadie Smith untuk "On Beauty" ( 2006 ) dan Lionel Shriver untuk "We Need to Talk About Kevin" ( 2005 ).
Ia mengalahkan dua orang penulis Amerika Serikat yang lain yang dinominasikan untuk penghargaan itu yaitu juara tahun 2002 Ann Patchett yang dinominasikan untuk novel keenamnya "State of Wonder" dan penulis Cynthia Ozick untuk bukunya "Foreign Bodies".
Sejumlah penulis lain yang masuk nominasi adalah Anne Enright dari Irlandia, pemenang penghargaan "Man Booker Prize" pada tahun 2007 untuk "The Forgotten Waltz", yang berkisah tentang cinta dan keinginan dengan latar Dublin modern, Georgina Harding dari Inggris yang dinominasikan untuk "Painter of Silence", sebuah novel yang berlatar belakang kehidupan tahun 1950-an di Rumania dan penulis Kanada Esi Edugyan untuk novel "Half Blood Blues", yang berkisah tentang Paris pada tahun 1940, dan Berlin 50 tahun kemudian.(ANTARA/Reuters)
