Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 02:11 WIB
Acep Zamzam Tampil dalam Dialog Bentara Budaya
Selasa, 29 Mei 2012 | 15:19 WIB
|
Share:
KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Acep Zamzam Noor

DENPASAR, KOMPAS.com--Sastrawan Acep Zamzam Noor, peraih Khatulistiwa Literary Award (2006-2007) akan tampil dalam Sandyakala Sastra mengusung tema "Mengunjungi Puisi Perjalanan" di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar Selasa (29/5).

"Dialog kali ini membahas  berbagai hal terkini dalam susastra tanah air, serta bagaimana catatan perjalanan dan pengalaman menjejaki tempat-tempat yang  menjadi inspirasi lahirnya sebuah puisi yang unggul,"  kata  Juwitta K. Lasut, penata program Bentara Budaya Bali, Senin di Denpasar.

Ia mengatakan, Acep Zamzam Noor dalam sajak-sajaknya berangkat dari kota-kota yang pernah dikunjunginya kala melawat ke luar negeri, maupun tentang kampung halamannya di Cipasung, Tasikmalaya.

Namun, kata dia, menarik ditelisik lebih jauh bahwa selain memunculkan gaya baru dalam penciptaan karya sastra, ada semacam paradoks di mana momen pertemuan yang sesaat tersebut bisa saja memberikan dorongan terhadap lahirnya karya-karya bersifat instan.

"Program Sandyakala Sastra digelar secara rutin Bentara Budaya Bali. Selain memperbincangkan perihal proses kreatif seorang seniman, juga mendiskusikan lebih jauh kekinian susastra di Indonesia," ujar  Juwitta.

Acep Zamzam Noor pernah memperoleh kemudahan dari Pemerintah Italia untuk tinggal dan berkarya di Perugia, Italia (1991-1993), serta diundang ke berbagai negara seperti Filipina, Belanda dan Cina.

Hasil karyanya berupa buku puisi antara lain berjudul Di Luar Kata (Pustaka Firdaus, 1996), Di Atas Umbria  (Indonesia Tera, 1999), Dongeng Dari Negeri Sembako (Aksara Indonesia, 2001) dan Jalan Menuju Rumahmu (Grasindo, 2004).

Selain itu juga buku yang diberi judul Menjadi Penyair Lagi  serta sebuah kumpulan puisi Sunda Dayeuh Matapoe dan sejumlah puisinya yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Portugal, Jepang dan Arab.

Acep Zamzam Noor, penerima  "South East Asian (SEA) Write Award 2005" dari Kerajaan Thailand itu juga pernah mendapat hadiah sastra Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda dan penghargaan  penulisan karya sastra 2000 dari Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono