Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
MALANG,KOMPAS.com - Minimnya generasi muda masa kini yang mencintai lagu-lagu tradisional nusantara, menginspirasi komunitas Tembi Rumah Budaya, yang ada di Yogyakarta, untuk membumikan lagu-lagu tradisional kepada kalangan anak muda.
Membumikan lagu tradisional itu akan digelar di Malang, Jawa Timur, Oktober mendatang.
"Tembi Rumah Budaya akan kembali ke Kota Malang untuk menyosialisasikan lagu-lagu nusantara yang akan dibawakan oleh Sa' Unine String Orchestra dalam tema bertajuk 'Ngamen Tamasya 2012' pada Oktober nanti," kata Humas Tembi Rumah Budaya, Titin Natalia Sitorus, Senin (28/5/2012), kepada Kompas.com.
Dalam kegiatan "Ngamen Tamasya 2012 itu katanya, Tembi Rumah Budaya, akan memainkan karya baru dari album ketiganya, yang akan mereka garap pada bulan Juli mendatang.
"Rencananya setelah dari Yogya, akan melanjutkan ke Bandung, Semarang, Salatiga, Malang dan Surabaya. Di seluruh daerah itu, Sa' Unine String Orchestra, akan menyambangi kampus dan sekolah sebagai bagian dari misi edukasi," jelasnya.
Di Kota Malang, beber Titin, tiga kampus telah meminta kesediaan Sa' Unine String Orchestra, untuk tampil di beberapa kampus di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Malang, dan Universitas Muhamadiyah Malang.
"Tahun lalu, Sa' Unine String Orchestra sudah tampil di kampus Universitas Brawijaya Malang," ujarnya. Mengambil istilah "Ngamen Tamasya 2012", karena penonton tidak dipungut biaya alias gratis.
Kegiatan akan dimulai bertepatan dengan tanggal kelahiran conductor Sa' Unine String Orchestra pada tanggal 15 Oktober 2012 di kampus ISI Yogyakarta.
Tembi Rumah Budaya mengajak Sa' Unine karena ada kesamaan visi misi. "Karena setelah diteliti, anak muda sekarang tak suka lagu-lagu tradisional. Hal itu sangat disayangkan karena lagu-lagu tradisional nusantara itu lagu asli Indonesia. Tapi setelah lagu-lagu tradisional dia aransemen ulang, banyak pemuda yang suka," katanya.
Acara "Ngamen Tamasya 2012" itu bentuk kepedulian Tembi Rumah Budaya, yang memandang sejarah sebagai sebuah proses untuk menjadi.
"Sejarah bukan sekedar masa lalu yang statis. Sehingga lagu-lagu masa lalu ini perlu di dokumentasikan dalam bentuk album yang disosialisasikan melalui berbagai pertunjukkan rakyat," katanya.
Di masa depan, tambah Titin, dokumentasi dalam bentuk karya lagu tradisional nusantara itu, akan menjadi bagian dari perjalanan sejarah musik Indonesia.
"Inilah salah satu perwujudan Tembi Rumah Budaya sebagai Rumah sejarah dan budaya, atau sejarah yang hidup," katanya.
Setelah "Ngamen Tamasya 2012", rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pertunjukkan yang rencananya akan diadakan di Teater Jakarta pada bulan November 2012 mendatang.
