Kamis, 20 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 20 Juni 2013 | 11:32 WIB
"Terimakasih Anakku", Sekumpulan Cerpen Bernuansa Kusam
Senin, 28 Mei 2012 | 15:29 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

istimewa

Penerbit : Padasan (2012)
Editor   : Chairil Gibran Ramadhan
Pengantar: Yudhistira ANM Massardi
Halaman  : XVI + 170 hal
Harga    : Rp 45.000

Buku ini berisi sekian cerita sekian kata sekian kalimat. Isi kata-kata tersebut dirangkum menjadi 33 judul. Baru kali ini Rayni membuat kisah yang hampir semuanya cenderung pesimistis, seakan tidak ada jalan keluar. Dan, isinya 'omelan' semata.

Tapi, ini semua adalah rangkaian kalimat yang diperuntukkan bagi semua manusia di dunia, yang lupa pada: MATI, BODOH, LEMAH, FRUSTRASI, CINTA, RESPEK, PRINSIP, KOMITMEN, JUJUR, TOLERANSI, DLL.

Menuliskan semua ini bagi Rayni merupakan wujud dari suatu “harapan.” Walau tahu bahwa segala keadaan yang saat ini terjadi, dan kita rasakan di sekitar kita, di depan mata kita, semuanya hanya berbentuk tembok besi.

Seluruh kisah yang berjumlah 33, ini walau berisi beragam problem, tetapi kita selalu merasakan bahwa pada setiap kata dan kata, selalu terkandung sebuah 'kematian.

Pada buku ini terangkum perasaan 'gembira dan nyaman.' Menurut pengakuan penulisnya, semua cerita ini adalah 'ada'.  Dan, itu bisa dibaca dari judul-judulnya: "Kremasi Satu Stop Smoking! Ups! Sanur!";  "Jauh"; "Kremasi Dua Abunya!"; "Uning Binti…; Es Campur!"; "Tanpa Judul!"; "Pocong Ketakutan!"; "Lorong!"; "Hitam!"; "Marah!"; "Bebek Goreng Kering!"; "Nenek Badrin!"; "Anak Lagi!"; "Melo!"; "Kremasi Tiga Terima Kasih Anakku!"; "Untuk Dia Di Sana!"; "Untukmu!"; "Anak Bingung!"; "Malam Itu, Malam Ini, Malam Akan Datang!"; "Dosa!"; "Gembira!"; "Awas Jangan Kawin!"; "Untuk Ibu Indonesia Ibu Dunia!"; "Untuk Apa!"; "Dasar Delapan Bulan!"; "Meninggal Dunia!"; "Ada!"; "Gado-Gado Lebih Mending!"; "Banget!"; "Gelisah!"; "Sepi!"; "Mati!"; dan "Tolong!".

Semua ditulis hampir selama tujuh bulan. Di mana saja, kapan saja. Dalam suasana panas, mendung, kedinginan, kesakitan, marah, dan senang. Ray mengaku menulis sambil terus menerus mendengarkan musik lewat mini iPod, dengan musik dan lagu yang campur baur: slank, linkin park, maher zain, sammy s, superman is dead, wali, naif, the script, puff daddy: Every breath you take…  bahkan armada, samsons, juga lengkingan judika, dan pasti selalu lagu-lagu peter pan, plus "Dara" karya ariel.

Seru! Semua musik hilir mudik sepanjang tulisan ini sampai rampung. Karena semua yang tertulis selama ini, baik itu esai atau cerita pendek, adalah ungkapan hati penulis yang sejujurnya, yang dia rasakan secara nyata, dan semuanya sangat personal.

Kumpulan cerita "TERIMA KASIH ANAKKU", ini merupakan buku yang kedelapan bagi Rayni. Buku ini menurutnya untuk berbagi rasa. Paling tidak, dengan menulis semua ini, maka 'kegelisahan'nya menjadi berkurang.

Sebab, dengan menulis, dirinya makin sadar, tambah terbuka mata, kian terkuak hati bahwa: mati itu tinggal tunggu waktu saja.

Itu yang membuat dirnya selalu bersemangat, setiap kali di dalam suatu ruang dan suatu waktu, terjadi momen di mana dia harus berhadapan dengan huruf dan kata.

 

Editor :
Jodhi Yudono