Jumat, 1 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 1 Agustus 2014 | 04:33 WIB
Melihat Warna-warni Rusia dalam Segenggam Cinta dari Moskwa
Sabtu, 26 Mei 2012 | 14:40 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Aji Surya dengan bukunya

KOMPAS.com - Rusia bukanlah tempat dingin dan suram seperti yang selama ini melekat di bayangan banyak orang. Itulah setidaknya pandangan M. Aji Surya, seorang diplomat Indonesia di KBRI Moskwa.

Menurut Aji, Rusia adalah sebuah negeri yang sangat gemerlap dengan berbagai warna yang susah ditemui di negeri lain di dunia. Negeri yang dahulu dijuluki Beruang Merah ini baginya tidak pernah habis digali. Bahkan kalaupun diberi waktu tinggal lebih lama, maka warna warni Rusia tidak pernah habis dikuliti.

Warna warni Rusia yang menyergap perhatiannya itulah yang dituliskan aji dalam buku berjudul “Segenggam Cinta dari Moskwa” besutan Kompas. Aji, yang sudah menulis empat buku tentang Rusia sebelumnya, terus terbelalak dengan aneka perubahan unik yang terjadi di negeri mantan komunis itu.

Dalam aneka tulisan dalam buku setebal 248 halaman tersebut, sang diplomat menorehkan berbagai kisah yang dilihat, didengar, diamati ataupun dialaminya. Mulai soal budaya, perubahan sosial, politik hingga soal kemanusiaan. Semua direkam dan diramu sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah buku yang ringan dan enak dibaca.

“Rusia merupakan negara besar yang suka berzigzagria dari waktu ke waktu. Jatuh bangun tanpa mengenal lelah menuju kematangan yang bentuk dan warnanya belum terperikan,” ujar Aji mengenai ketertarikannya pada negara ini.

Diantara cerita yang cukup menonjol dalam buku tersebut adalah kisah-kisah menyentuh tentang orang Indonesia di Rusia yang tercampakkan oleh zaman. Mereka kadang hidup dalam keadaan yang sulit dan dilematis. Pulang ke Indonesia tidak memiliki penghasilan, menetap di Rusia dalam keadaan sulit, sedangkan usianya sudah diatas 70 tahun. Mereka inilah para eks mahasiswa ikatan dinas yang dikirim Pemerintah akhir tahun 50-an sampai dengan 60-an namun dijegal pulang karena keadaan politik saat itu.

Rusia juga diwarnai dengan sejuta keunikan, seperti soal satpam yang tidak mengenal kompromi, vodka yang bisa menjadi teman sekaligus pembunuh, fenomena makmum di depan imam, pencarian kiblat filsafat, makin merajanya kapitalisme dan masih banyak lagi lainnya. Di akhir setiap tulisan, Aji memberi kesimpulan yang berupa pelajaran berharga, bukan sekedar cerita tanpa makna.

Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi, Moh Mahfud MD yang memberikan prolog dalam buku ini, pesan utama yang dapat didigali dari buku tersebut adalah ajakan penulis agar kita semua bisa belajar dan melihat Rusia dengan cara baru, yakni cara pandang yang berbeda dengan sebelumnya (1990-an).

Menariknya, ajakan penulis tersebut disajikan dalam bentuk paparan fakta dan cerita-cerita nyata dengan gaya bahasa penulisan yang mengalir, lincah dan enak dibaca sehingga tidak membosankan. “Selain itu, pembaca juga akan bisa memahami tugas-tugas seorang diplomat seperti yang diperankan oleh penulis,” tutur Mahfud dalam siaran pers yang diterima redaksi Sabtu (26/5/2012).

Sementara itu, Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun menyambut positif terbitnya buku ini. Menurutnya, membaca buku ini seperti menonton siaran langsung pertandingan bola di teve. Menikmati Messi “Si Kutu” yang lincah menggiring bola, mengobrak-abrik pertahanan lawan, membobol gawang dan menciptakan gol.

“Keunikan buku ini adalah kecerdikan penulis dalam mengamati, merekam, mencatat serta memilih kata yang diramu begitu rupa sehingga enak dibaca, mudah dicerna, mengobrak-abrik pertahanan pembaca mengenai stigmatisasi Rusia yang kemudian berakhir dengan “gol” berupa pemahaman tentang Rusia,” katanya.

M. Aji Surya yang bertugas di Moskwa sejak 2008 akan mengakhiri tugasnya akhir September ini telah menghasilkan beberapa buku sebelumnya, seperti Vodka, Cinta dan Bunga (VCB), Moskwa, Petersburg, Vladivostok (VCB), Seruling Diplomat (SD), dan Panduan Hemat Keliling Rusia. Ia masih merahasiakan buku keenam yang sedang dikerjakannya.

Editor :
A. Wisnubrata