Menjahit
Ibu sedang menjahit. Aku sedang tertidur. Adik-adik sedang bermain.
Begitu jahitan ibu selesai, aku terbangun. Kudekati ibu. Ibu berkata
sederhana saja, "Ini masa lalumu, sudah ibu satukan, pakailah."
Adik-adik berlari mendekati ibu, suaranya nyaring, nyaris melengking.
"Buatkan kami juga ya, bu!" Aku tersenyum. "Kalian belum memiliki
masa lalu," sahutku.
2012
Dongeng Kupu-kupu
Kupu-kupu melintas di depanku. Saat itu aku sedang tenggelam
dalam lamunan. Ia hinggap di kelopak bunga berwarna merah.
Kupu-kupu itu sendiri berwarna hijau. Sudah seabad kulihat ia
tetap saja begitu. Kenapa tak kunjung singgah di mataku. Padahal
banyak luka yang masih menganga di dalamnya. Masih begitu
menyala merahnya.
2012
Tersesat
Di dalam nyenyak tidurku. Sebuah kata telah tersesat. Kata
seukuran biji beras. Bila tertelan akan berbunyi, “kami puisi.”
Kenapa bisa tersesat. Kenapa berada di tidur nyenyakku.
Siapa yg menciptakanmu. Apa penyairmu adalah aku.
2012
Kuliah Puisi
Seorang mahasiswa sedang berlari. Ia beradu cepat dengan waktu.
Sebentar lagi kuliahnya dimulai. Dosen yang mengampu adalah
pengrajin kata. Ia tak ingin bila sampai terlambat. Hari ini mata
kuliah puisi.
Ketika masuk ke kelas yang ia jumpai adalah dirinya sendiri. Ia
tentu bingung. Pengrajin kata telah berdiri di belakangnya dan
berkata bahwa kaulah penyairnya. Sebaiknya kau ajarkan kami
tentang puisi. Kami telah lama menunggumu bersama kata-kata.
Ia bertambah bingung. Dari bibirnya muncul kata-kata, “mungkin
aku salah masuk halaman buku puisi.”
2012
Selimut
Aku mengantuk sedang mata sulit terkatup
Lekas dekaplah aku, dekap sesegera mungkin
Sebelum mimpi menjelma duri menjadi nyeri
2012
Putu Gede Pradipta tinggal di Denpasar. Karya puisinya lebih banyak dipublikasikan di media cyber danberkesempatan lolos kurasi TSI 4.
