Rabu, 19 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 19 Juni 2013 | 13:08 WIB
Sajak-sajak Sobih Adnan
Selasa, 15 Mei 2012 | 23:34 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Sabrina Asril
ilustrasi

JUZ - RINDU
I
Rinduku;
di kota-kota suci,
dari rahim bunda, Makkah, & Jerussalem.
Terakhir di Cirebon,
; sebuah tempat di mana dengan mudah kumenemukanmu, lalu mencintaimu.

II
Kau tahu "rindu" itu apa?
Menurutku;
Semacam rasa pahit dalam kopi,
dan kesamaran makna dalam puisi.

III
Jika perbincangan kita telah usai,
maka hadirlah sebuah kekosongan,
dialah janji yang dialamatkan pada sepi,
janji yang pasti ditepati oleh ampas kopiku,
sendiri.

IV
Rinduku kuyup, setiap membaca namamu setelah hujan.

V
Selepas hujan, pelangi pasti ada,
karena ini malam,
dia berbaris di hatimu.

VI
Aku sering mengirimu puisi,
bukan bunga.
Karena bunga akan layu di depanmu.
Malu.

VII
Semakin senyap sebuah malam,
dia justru akan menceritakanmu dengan semakin lantang.

VIII
Jika merindukanmu adalah sebuah kesalahan,
maka,
aku adalah orang yang gemar melakukan kesalahan.

IX
Mencintaimu;
serupa mengagumi kunang-kunang;
yang mengantongi matahari di belakang ekornya.
Hingga,
Sepekat apapun sebuah malam, dia akan begitu mudah menemukanmu.

X
Kau;
Sebuah kota yang hanya dapat kukunjungi di malam-malam seperti ini,
Rambutmu lampu-lampu,
dan wajahmu adalah lukisan yang akan memaksaku untuk  selalu kembali.

Sepanjang jalan Januari – Mei 2012

Sobih Adnan (Obic Adnanie) adalah penyair muda asal Cirebon, aktif di kajian kebudayaan dan sastra RUMBA GRAGE – Cirebon, dan Pimred Majalah LATAR. Kerap menulis di media cetak dan online, serta masih tercatat sebagai mahasiswa di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. FB: Sobih Adnan | Twitter: @SobihAdnan | Blog: www.sobihadnan.wordpress.com

Editor :
Jodhi Yudono