Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
JUZ - RINDU
I
Rinduku;
di kota-kota suci,
dari rahim bunda, Makkah, & Jerussalem.
Terakhir di Cirebon,
; sebuah tempat di mana dengan mudah kumenemukanmu, lalu mencintaimu.
II
Kau tahu "rindu" itu apa?
Menurutku;
Semacam rasa pahit dalam kopi,
dan kesamaran makna dalam puisi.
III
Jika perbincangan kita telah usai,
maka hadirlah sebuah kekosongan,
dialah janji yang dialamatkan pada sepi,
janji yang pasti ditepati oleh ampas kopiku,
sendiri.
IV
Rinduku kuyup, setiap membaca namamu setelah hujan.
V
Selepas hujan, pelangi pasti ada,
karena ini malam,
dia berbaris di hatimu.
VI
Aku sering mengirimu puisi,
bukan bunga.
Karena bunga akan layu di depanmu.
Malu.
VII
Semakin senyap sebuah malam,
dia justru akan menceritakanmu dengan semakin lantang.
VIII
Jika merindukanmu adalah sebuah kesalahan,
maka,
aku adalah orang yang gemar melakukan kesalahan.
IX
Mencintaimu;
serupa mengagumi kunang-kunang;
yang mengantongi matahari di belakang ekornya.
Hingga,
Sepekat apapun sebuah malam, dia akan begitu mudah menemukanmu.
X
Kau;
Sebuah kota yang hanya dapat kukunjungi di malam-malam seperti ini,
Rambutmu lampu-lampu,
dan wajahmu adalah lukisan yang akan memaksaku untuk selalu kembali.
Sepanjang jalan Januari – Mei 2012
Sobih Adnan (Obic Adnanie) adalah penyair muda asal Cirebon, aktif di kajian kebudayaan dan sastra RUMBA GRAGE – Cirebon, dan Pimred Majalah LATAR. Kerap menulis di media cetak dan online, serta masih tercatat sebagai mahasiswa di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. FB: Sobih Adnan | Twitter: @SobihAdnan | Blog: www.sobihadnan.wordpress.com
