Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 11:01 WIB
KBRI Akan Gelar Kongres Diaspora Indonesia
Jumat, 11 Mei 2012 | 23:53 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com--Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat akan menggelar Kongres Diaspora Indonesia (KDI) di Los Angeles pada 6-8 Juli.

"Kongres yang mengusung tema ’Kekuatan Perbedaan dalam Harmoni: Memperlancar Seluruh Dunia’ itu diharapkan dapat meningkatkan peran serta warga negara Indonesia di luar negeri," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kongres itu akan mensinergikan semua masyarakat Indonesia di luar negeri untuk menunjukkan kekuatan dan kontribusinya sebagai bagian penting dari Indonesia.

"Diaspora Indonesia merupakan ajang bagi semua WNI yang merantau ke seluruh negara di dunia yang memiliki beragam latar belakang suku, agama, ras dan budaya," katanya.

Jumlah WNI di luar negeri sekira 5,8 juta orang. Mereka tersebar di Malaysia, Australia, Singapura, AS, Arab Saudi, dan sejumlah negara lain.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Pati Djalal mengatakan bahwa kongres diaspora itu digelar seiring dengan menonjolnya kepentingan dan peran global Indonesia di abad ke-21.

"Diaspora Indonesia lebih dari sekedar perantau. Mereka adalah komunitas yang penuh dengan ide, keahlian, modal dan jaringan," kata Dino.

Anggota komunitas diaspora tersebut terdiri atas tenaga kerja Indonesia (TKI), pengusaha, peneliti, akademisi dan sebagainya. Kongres tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai ajang saling mengenal dan meningkatkan peran masing-masing dalam berbagai hal.

"Undangan juga telah disebar kepada Diaspora Indonesia di berbagai negara melalui perwakilan KBRI, antara lain di Belanda, Suriname, Belgia, Australia, Singapura, dan Malaysia," katanya.

Sejumlah pembicara yang akan hadir dalam kongres tersebut antara lain Sehat Sutardja, Peter Gontha dan Chairul Tandjung. Turut hadir sebagai undangan adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono