Kamis, 20 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 20 Juni 2013 | 10:18 WIB
Puisi-puisi Makmur HM
Senin, 7 Mei 2012 | 15:28 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

google.com

Api

Api yang kukalungkan
di pergelangan kaki
sudah tak panas lagi
Asapnya membubung
entah kemana
tak lagi beraroma
Harusnya ini api
tetap menyala
Mengantar mimpi
menuju syurga

nyalaapi, d10m3y12

Bumi

Beginilah malam
Selalu dihujani kegelapan
Berpijak pun jadi sungkan
Sementara bumi mengemis-ngemis
minta pelukan
Ia ketakutan
Mimpi kejatuhan bulan
Kejatuhan harapan

rutemalam, d13m3y12

Gagak Hitam

Malam, gagak hitam mengumandangkan azan
Bersahut-sahutan mengundang kematian
Sedang persiapanku belum mapan
Masih banyak sajak belum kubajak
Masih banyak tanah belum kupijak
Bantulah aku dulu, tuan
Mewarnai malam agar tak melulu berwarna hitam
Merah barangkali akan terlihat lebih bergairah
Seperti darah yang tumpah di pagi-pagi amarah
Di teras-teras gundah

rutemalam, d13m3y12

Bimbang

Ah, kopi ini semakin hambar rasanya
Lidah matirasa atau hati matibaca?
Hingga yang mana gula yang mana nyawa
tak mampu kucerna
Padahal keduanya jauh berbeda
Satu di dunia
Satu lagi entah dimana
Memaksa mencarinya
Aku gila

rutemalam, d13m3y12

Perjalanan Pulang

“Menyerahlah!, jalanan sudah basah oleh darah,
nanti kau terperosok ke barzah,” kata seseorang
yang mengaku dirinya adalah aku
“Benar, berhenti saja melangkah
atau arimatamu akan tumpah,” sambung seseorang
yang mengaku sebagai aku yang lain
“Setelah berpeluh-gerah,
kau akan bersumpah-serapah,” kecam seseorang
yang juga mengaku sebagai aku yang ke sekian entah
Lalu aku yang benar-benar aku
Tetap berjalan pulang
ke pemakaman

rutemalam, d13m3y12

Waktu

Jam sudah muak berdetik-detak meyanyikan waktu
Berputar menurun-meninggi di wajahku
Menghitung kerut satu demi satu
Malu demi malu

jalawaktu, d13m3y12

Makmur HM adalah pria kelahiran 2 Mei 1990 yang sedang 'jungkir balik' menekuni sastra, terutama puisi selain masih tercatat sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Abdurrab Pekanbaru-Riau ia juga beraktifitas sebagai Designer Tata Letak di Harian Metro Riau.

Editor :
Jodhi Yudono