Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 00:44 WIB
Dua 'Pinutur' Jambi Diusulkan Jadi Maestro Tutur
Sabtu, 5 Mei 2012 | 23:03 WIB
|
Share:

JAMBI, KOMPAS.com--Pengurus daerah Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jambi mengatakan akan mengajukan dua nama tokoh ’pinitur’ (penutur) tradisi lisan Jambi untuk menjadi penerima anugerah gelar diakui sebagai ’maestro tutur’ nusantara kepada pengurus ATL pusat.

"Ya, kita dari Jambi tidak hanya diundang terlibat aktif menyajikan seni pertunjukan ’tutur’ baik pertunjukan tradisi asli maupun pertunjukan pengolahan, dan sebagai pemakalah pada menyelenggarakan kongres ATL IV di Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada 23-28 Mei mendatang," kata sekretaris ATL Jambi, Nukman di Jambi, Sabtu.

Tapi, tambah dia, ATL Jambi juga diberi kesempatan mengajukan nama-nama tokoh pelestari seni tutur atau tradisi lisan Jambi untuk menerima anugerah gelar Maestro Tutur di helatan yang berlabel internasional tersebut, dengan pertimbangan masih lestari banyak jenis tradisi lisan di Jambi hingga kini.

"Kedua tokoh yang namanya akan diajukan tersebut adalah, Wak Degum (Alfian) dan Azhar MJ, keduanya adalah tokoh tradisi lisan yang masih inten berkarya dan mewariskan macam-macam tradisi lisan khas Jambi, seperti ’Nandung Jolo’ oleh Wak Degum melalui sanggarnya ’Mengorak Silo’ dan tradisi ’Keba’ Kerinci oleh Azhar MJ," ungkap Nukman.

Bahkan, tambah dia, sebagai seniman tradisi Azhar MJ yang juga pemimpin sanggar seni tradisi Mindulahin Jambi menguasai hampir semua bentuk dan jenis tradisi lisan Jambi lainnya khususnya seni-seni tutur dari Kerinci sepertii Kunun, Njik Singgiling, Mantau, Krinok, Tale, Sirih Layang, dan lainnya.

"Azhar MJ pula seniman budayawan yang memiliki data riset tradisi lisan terlengkap di Jambi saat ini, dia telah mendata sedikitnya ada 24 macam dan jenis tradisi lisan yang masih hidup di Jambi saat ini," ungkap Nukman.

Saat ini, tambah dia, tim ATL Jambi tengah menyiapkan naskah akademik dan menyusun fortofolio mengenai ketokohan dan kiprah kedua tokoh tradisi tutur Jambi tersebut dalam dua bahasa Indonesia dan Inggris untuk segera diajukan ke ATL pusat melalui kongres di Tanjung Pinang Kepri.

Selain itu, kedua tokoh tersebut juga diminta oleh panitia untuk menampilkan macam dan jenis tradisi tutur Jambi yang mereka kuasai tersebut ke hadapan publik dan para tamu undangan serta para panelis ATL yang akan menerima rekomendasi ketokohan keduanya.

"ATL Jambi memang diminta menampilkan bentuk tradisi tuturnya dalam dua macam bentuk pertunjukan yakni asli tradisional dan pertunjukan kreasi hasil pengolahan yang berangkat dari akar tradisi tutur yang sebelumnya dipertunjukkan para calon maestro," terang Nukman.

Selain Nandung Jolo dan Keba yang digeluti kedua tokoh, tradisi lisan lainnya yang akan disajikan Jambi adalah Krinok yang juga dibahas dalam pemakalah Firdaus dan ditampilkan oleh violis tradisional Jambi Junai.

Namun, tambahnya, walau pun pengajuan kedua nama calon tokoh penerima anugerah gelar maestro tersebut diajukan pada kongres IV di Tanjung Pinang Kepri pada 2012 ini bukan pula berarti keputusan pengurus ATL pusat yang menerima rekomendasi panelis langsung diumumkan di waktu dan tempat yang sama.

"Bisa jadi keputusannya diumumkan pada kongres ATL berikutnya pada 2013, atau dalam even-even ATL lainnya dan bahkan mungkin hanya berupa SK tertulis yang dikirimkan ke ATL Jambi, yang jelas kita sudah masukkan namanya, soal layak tidaknya tentu panelis dari ATL pusat yang memutuskan," ujarnya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono