Jumat, 24 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Oktober 2014 | 15:26 WIB
Sajak-Sajak Luca Satria
Sabtu, 21 April 2012 | 21:52 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
ilustrasi

Mencumbubulan
Kutiduricahayaitu, menyinarikegelapanakal
Akutakmau,akutakkenalitu,anehkaumau.serabuthelaisinartaknampakteralihawan
Mencumbumuakuterlihatbodoh di matagelap,mata-matadarisudut.gelapkehabisan kata untuk sang kunangsetelahmenodaigelapperawandengansetitikcahayalalumatitaktampak,sesudahitutampak.benarkahperawan.
Ah,akumengejarpagidenganmuluttakhabismengulitisetiapgaundaribulan.
Masalahmumasalaluakutakikutcampur,Masalahkuadapadamu,kaumaumenyuguhkanterangsetalah yang lain kauciptakanbayang.
Mentaritertawa di balikpagistelahpulangkanterang.Bulan.
Akumasihsajamengurutikebodohankulebihdarisesal,Mengapaakutidakhilangkanterangbulandenganmenaridanbernyanyi ritual memanggilawan.
Dan esok-esokmalamkutakmelihatbulanlagikarenatelahberalihkemata lain.
2012

Wanitadalamsajak
Ku tumbuksajak.Haluslalukuseduhseperti kopi
Wanginyamenggurat.Purbadaridiri
Kuciumtelapaktangandariwanita,Wanitayang memasakikudarilahirhinggakini.
Kuciumtelapaktangandariwanita,Wanita yang mencintaikulalukinipergimembenci.
Ku meminumkeduatumbukansajakitumenjadiSatu
Rasa danwangisunggulahberbeda
Ku takinginbilangkarenamemangakumenikmati
Antara aroma dan rasa
2012

Di usirhujan
Engkaudatang di giringhujanentahdarimana
LaluKita salingbertatapakubersamafikirmukamubersamafikirku
Hujantadimenyisahkanbasah, Aroma itumasihterbawa di ikalrambutmu
Siapakamu, bertanyatakapatapimalubenarkahmataituuntukkuapauntuk…
Kaubegituanggun, kaubegitucantik, kaubegitusimpatik, kaumemangbegitu.
Bagaimanabisahujanmembawamusampaikemarisedangkananginkencangmembatasjarak,
Apatersingkirmeminggir di usirbasah.
Akuseringmelihatmu di batasdekat, hanyasajaseperti di seberangpulau
kaubalasmelihat, senyumtermaniskubilang ‘hai’
Kaumelihatkuakupurapuratidakmelihat
Candaanasmarabiasatapilucu ‘tertawa’ hinggaseduhankopiku di ceraihangat
Dan dengancepatkukawinidengan rasa dingin
Ah, kaumenghilang di balikramainyapasanglangkah kaki
Esokbertemudanesoklagi, hinggasampaikapan.
2012

Televisi
Chanel pertama,
Romantika festival televisi, matasempatberkacamasihterjaga
Chanel berikut,
Sandiwaramejaterbuka, antarabukabukaandanpura-puramenutup
Salah-salah-menyalahi-benar-benar-benar-membenari-salahdanmatainimasihmembohongi rasa
Chanel selanjutnya,
Tertawadengankeadaan, kekuranganmenjadikelebihannyadanbisamembuattertawadan kaya
Chanel seterusnya,
Mencarikenyataan di dimensilain, mengadangadakan yang benaradatakbenarmenjadiadamataikutmembenarkanhinggasampai di bangunkankebenaranpagi, benar-benar di tontontelevisitentangkenyataankeadaandiri
2012

Luca Satria adalah sebuah nama pena. Nama peninggalan adalah Benisatria. Lahir di salah satu kota di Jakarta Timur, Jati Negara pada 06 September 1985, Selainmenulisjugapernah. Aktif di salahsatuorganisasikampus. MahasiswaPecintaAlam.ArchaBuanaUniversitasPamulangdanpernahtergabungjuga di KomunitasSastra Indonesia (KSI) Tangerang Selatan, sajak-sajak yang pernahterbit di Media Lokal: pernahterbit di Satelit News,TribunTangerang Dan Media Online: Kompas Online.

Editor :
Jodhi Yudono