Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 06:24 WIB
Pameran Perupa Samuel Indratma Bikin Sensasi
Penulis: Thomas Pudjo Widijanto | Jumat, 13 April 2012 | 20:09 WIB
|
Share:
KOMPAS/Thomas Pudjo Widijanto Pameran Perupa Samuel Indratma Bikin Sensasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perupa Samuel Indratma yang dikenal sebagai Raja Mural di Yogyakarta memamerkan karya-karya rupa terbarunya di Sangkring Galery, Nitiprayan, Bantul, Yogyakarta. ini memang pameran "nyentrik" dari perupa yang memang suka aneh-aneh dan kreatif dalam berkarya.

Dalam Pameran yang berlangsung 12 April hingga 2 Mei itu, Samuel memajang karyanya tidak selazim dari perupa-perupa lain. Ia memajang karya-karyanya tanpa memperhatikan struktur penataan pameran  yang markettable yang memang dikehendaki dalam dunia bisnis karya rupa di erah sekarang ini.

Karya-karyanya yang umumnya terbuat dari kertas dengan cat pewarna hitam dan tanpa pigura itu ditata berderet dalam komposisi empat persegi panjang. Jadinya mirip jajaran poster-poster yang seragam dengan dominasi warna hitam putih.

Terkesan Samuel memang mengabaikan struktur penataan, dia lebih suka makna dari karya itu bagi para penikmatnya. Hampir seluruh karyanya adalah karya wajah manusia dalam rupa yang sangat variatif. Dia sengaja membuat sensasi wajah-wajah manusia yang beragam.

"Kenapa saya membuat karya berbagai wajah, karena wajah adalah yang terlihat pertama kali dalam perjumpaan antar manusia. Ketika saya baru kenal dengan seseorang yang terlihat pertama kali adalah wajah, bukan wataknya, kakinya atau atau yang lain," kata Samuel mengomentari karya-karyanya.

Wajah manusia dalam perenungan Samuel menjadi penting. "Kita hidup selalu dikelilingi oleh wajah manusia yang sangat beragam. Kadang menakutkan, kadang lucu, kadang mengancam. Wajah adalah kehidupan di sekitar kita," tegasnya.

Dalam karya itu memang tergambar ada manusia mirip binatang domba, ada manusia mirip kerbau, ada gambar, ada manusia mirip anggota gang. ada manusia bersurban, ada perepuan dalam wajah lembut, ada wajah perempuan mirip hantu zombi, ada pula manusia mirip Yesus.

Pengamat Seni dari Insitutut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Suwarno Wirastrotomo mengomentari pameran itu menyatakan, pameran itu memang Samuel banget. "Samuel memang piawai mengoplos antara kesriusan dan iseng. Karena itu terkadang muncul karya yang mengejutkan. Inilah yang membedakan Samuel dengan perupa lain. 

 

Editor :
Robert Adhi Ksp