Kamis, 21 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 21 Agustus 2014 | 07:20 WIB
Alat Musik Kecapi Tur di Inggris
Senin, 27 Februari 2012 | 17:02 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

google.com
Ilustrasi: Kecapi

Oleh Zeynita Gibbons

LONDON, KOMPAS.com--Apresiasi dan antusias masyarakat Inggris terhadap musik tradisional asal Jawa Barat, kecapi yang dibawakan kelompok "Samba Sunda Quintet" pimpinan Ismet Ruchimat sangat besar.

Sejak awal Fabruari Samba Sunda  dengan personil Setya Karyana, Deddy Karyadi, Budi Sofyan serta vokalis Rita Tila menjelajah berbagai gedung pertunjukkan di Inggris dari 9-26 Februari 2012.

"Pertama-tama kami main di gedung Calston Hall, Brostol," ujar Ismet yang mendapat sambutan dari pengemar musik  dan pertunjukan kedua tanggal 10 Februari di gedung MAC Birmingham.

Bermain secara marathon ditempat dan kota berbeda setiap harinya tidak membuat personil Samba Sunda lelah, malah makin semangat apalagi saat bermain di gedung pertunjukkan di Lighhouse Poole, kota pantai di Inggris.

Selama 12 kali pertunjukkan, penampilan Samba Sunda selalu mendapat sambutan terutama saat tampil di gedung gereja Union Chapel  yang dihadiri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia  T.M Hamzah Thayeb.

Duta Besar T.M Hamzah Thayeb mengakui penampilan kelompok musik Samba Sunda berhasil memukau pengunjung yang sebagian besar masyarakat Inggris.

Dalam gedung gereja yang berada di daerah Islington, London yang berubah menjadi tempat pertunjukan itu suara Rita Tula, sang vokalis dan merangkap penari berhasil menghipnotis pengunjung termasuk staff KBRI London dan masyarakat Indonesia yang lama menetap di Inggris,  dengan tariannya yang gemulai serta suaranya membahana.

Sekitar 200 penonton memenuhi gedung gereja yang berubah menjadi gedung pertunjukkan Union Chapel, termasuk dosen musik "Ethno Musicology University of London School of Oriental and African Studies" (SOAS) London, Nick Gray.

"Luar biasa, saya senang sekali mendengarkan music Samba Sunda," ujarnya kepada ANTARA London, usai menyaksikan pertunjukan Samba Sunda yang berlangsung selama dua jam.

Nick Gray mengakui pertunjukan Samba Sunda dengan menampilkan alat musik tradisional seperti kecapi, suling dan gendang dengan penyanyi dan merangkap penari Rita Tula sangat menarik.

Menurut Nick Gray, Samba Sunda sudah terkenal di Inggris meskipun ia baru pertama menyaksikan pertunjukan langsung, namun ia telah memiliki cd musik yang mengusung musik tradisional dari Jawa Barat.

"Mereka sangat terkenal di Inggris," ujar Nick Gray lulusan sekolah musik di Cambridge yang pernah belajar musik gamelan di Bali dan saat ini mengajar alat musik gendar wayang.

Bukan pertama

Ismet Ruchimat mengatakan penampilan mereka di Inggris bukan yang pertama kalinya. "Ini kali ke enam kami tampil di Inggris," ujar Ismet dan bahkan kali ini mereka melakukan tur di beberapa kota di Inggris.

Ismet mengakui  saat tampil di Union Chapel lima tahun lalu Samba Sunda tampil berkolaborasi dengan kelompok music dari Norwegia Gamelan Shokbreker.

Namun kali ini dalam tur di berbagai wilayah di Inggris Samba Sunda  tampil dengan lima personil dan tampil. "Saat ini saya ingin mencoba untuk berdiri sendiri dan dengan fondasi yang cukup kuat dengan kebudayaan kita sendiri mereka juga sudah mengapresiasi," kata Ismet.

"Bagi saya yang penting adalah memperkenalkan budaya Indonesia ke berbagai wilayah di Inggris dan merupakan kewajiban kita semua," ujarnya.

Ismet mengakui mereka merasa senang bisa memperkenalkan musik Indonesia ke berbagai kota di Inggris seperti di Milton Keynes, Cambridge, Swansea, Reading, York, Gateshead - Newcastle, Manchester dan terakhir di gedung North Wall, Oxford, tanggal 26 Februari, Sabtu malam.

Sejak tahun 2003, seluruh wilayah Inggris sudah mereka informasikan ada kebudayaan Indonesia dengan mengusung alat musik tradisional berupa kecapi.

"Target kami mengembangkan konteks yang lebih tajam tentang kebudayaan Indonesia di tiap wilayah di Inggris dan itu tidak harus saya dan diharapkannya semua kebudayaan Indonesia punya kesempatan yang sama tidak hanya Inggris tetapi di seluruh Eropa," katanya.

Diakuinya umumnya penonton sangat antusias dengan musik yang ditampilkannya dan ada beberapa negara yang belum kenal dekat secara professional dengan kebudayaan Indonesia yang sudah mulai diperhitungkan.

Hampir tiap tahun kebudayaan Indonesia banyak tampil di berbagai negara, tetapi yang diperhitungkan itu yang harus dilakukan. "Hal itu yang lebih penting," ujar Ismet sambil menyebutkan yang perlu ditancapkan ikon Indonesia agar diperhitungkan di berbagai negara.

Menurut Ismet, bila kesenian Indonesia sudah dikenal dan diperhitungkan oleh negara lain ini tentunya akan dapat membantu pemerintah dan tidak harus selalu meminta anggaran pemerintah. "Kita harus berdikari dan mampu berdiri sendiri dan orang lain mencari kita," ujarnya.

Dalam setiap penampilannya paling tidak mereka membawakan sebanyak 17 lagu yang dilantumkan penyanyi cantik Rita Tula, diantaranya lagu Arang, Bambung Ideng, Padi Goes to Bandung, Kembang Tanjung, serta Rumingkang.

"Saya sangat puas dan ternyata orang Inggris sudah sangat mengenal music tradisional dan kultur Indonesia," kata Ismet Ruchimat.

Meskipun mereka tidak mengerti lagu sunda yang dibawakan oleh penyanyi Rita Tula, musik sebagai bahasa universal bisa dinikmati oleh siapa pun juga.

Hal yang paling penting adalah mereka bisa mengenal musik tradisional Indonesia seperti alat musik kecapi dan selanjutnya kontek intertain akan dapat dikemas.

"Tantangan yang berat adalah bagaimana memperkenalkan music tradisional kecapi di berbagai daerah yang sebelumnya tidak pernah disentu oleh kebudayaan Indonesia," ujarnya.

Namun menurut Ismet Ruchimat selama beberapa kali tampil penonton sangat antusias. "Kemarin kami tampil di Birmingham dan Bristol serta di kota Pole dan penonton pun sangat mengapresiasi penampilan kami, meskipun lagu yang ditampilkan tidak dimengerti," kata Ismet Ruchimat.

Dikatakannya saat tampil di Birmingham, penonton terlihat sangat antusias dan bahkan tidak saja musik tetapi juga ingin mengetahui lebih jauh lagi budaya Indonesia. "Saya menjelaskan mengenai budaya Indonesia dan juga alat musik Sunda yang terdapat lebih dari 300 jenis alat musik.

Umumnya mereka ingin mengetahui lebih mendalam lagi. Sebelum tampil di Inggris, Samba Sunda juga tampil di Ceko," katanya.

"Alhamdulillah, tur Samba Sunda berakhir dengan sukses bahkan waktu di Wales di Pontardawe Arts Centre Swansea, penonton sangat hebat sekali mereka apresiatif sekali, meskipun  baru pertama kali melihat pertunjukan Indonesia," ujar Ismet.

Minister Councelor Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat mengakui kelompok musik Samba Sunda tampil dengan professional dan juga menghibur.

Diakuinya, tidak mudah menampilkan musik tradisional kepada penonton asing dan mereka berhasil memperkaya khasanah musik dunia.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono