DENPASAR, KOMPAS.com--Pemerintah Kota Denpasar berencana menginventarisasikan tarian baris yang ada di Ibu Kota Provinsi Bali itu.
"Kami akan menggali potensi seni dan budaya yang ada di kota ini. Saya sendiri cukup kaget ternyata di wilayah ini memiliki 12 jenis tarian baris," kata Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu.
Tidak hanya sebatas itu, kata Wali Kota, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana untuk menata kawasan di wilayah Denpasar sebagai "city haritage", mulai dari Puri Pemecutan sampai Puri Satrya.
Dikatakan Rai Mantra, kawasan yang ditata itu akan dipelihara dengan baik dengan tujuan guna memperkenalkan wilayah itu kepada semua kalangan masyarakat yang ada di Ibu Kota Pronvinsi Bali ini.
"Kawasan itu tidak hanya untuk diperkenalkan ke wisatawan saja, tetapi kepada siswa dan pelajar serta warga Denpasar guna memperkenal sejarah kota ini," ujarnya menjelaskan.
Selain jenis tarian itu, di wilayah Denpasar ada beragam tradisi unik yang dimiliki, salah satunya tradisi "ngerobong".
Tradisi unik itu digelar di Desa Pakraman Kesiman yang biasanya digelar setiap delapan hari setelah Hari Raya Kuningan. Menurut penanggalan kalender Bali, tradisi sakral itu dilaksanakan saat Redite Pon Wuku Medangsia.
"Tradisi unik ini terkenal di kalangan masyarakat dunia, bahkan pada hari Jumat (17/2) ada seorang wisatawan asal Tokyo, Jepang, bermaksud untuk membukukan tradisi tersebut," ujar Wali Kota.

