Jumat, 19 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 19 September 2014 | 07:56 WIB
Tragedi WTC Dorong Islam Berkembang Pesat
Jumat, 17 Februari 2012 | 22:24 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

ilustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com — Dosen Universitas Paramadina Jakarta, Doktor Syafiq Assegaf, menegaskan bahwa tragedi serangan menara kembar WTC di AS pada 11 September 2001 justru mendorong Islam berkembang pesat di seantero dunia.

"Tragedi WTC justru membuat orang penasaran sehingga banyak orang yang mulai mencari Al Quran dan mempelajari Islam," katanya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan At-Tathir di Graha Indrapura, Surabaya, Jumat.

Dalam acara yang juga dihadiri para habaib/ulama di Surabaya dan pembicara lain Dr Umar Shihab (Jakarta) itu, dia menjelaskan bahwa perkembangan pesat Islam itu terlihat di Amerika dan sejumlah negara di Eropa.

"Di Amerika sekarang, setiap tahun ada sekitar 20.000 orang yang masuk Islam, sedangkan di Eropa juga sama. Awalnya, mereka penasaran dengan Islam yang dikait-kaitkan dengan terorisme, tapi akhirnya justru tertarik dengan Islam," katanya.

Menurut dia, perkembangan yang menggembirakan itu menunjukkan sepak terjang Nabi Muhammad SAW itu tidak hanya dikagumi orang Islam yang suka menggelar Maulid Nabi, tetapi non-Muslim juga banyak, termasuk cendekiawan Barat.

"Karena itu, saya heran, kenapa banyak orang Islam yang menyatakan Maulid Nabi itu bid’ah dan syirik, padahal banyak non-Muslim yang memuji Nabi Muhammad SAW. Saya yakin pujian kepada Rasulullah itu tulus, bukan kultus," katanya.

Ia mencontohkan mantan peneliti NASA, Michael Hart, yang jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW sehingga dia menempatkan Rasulullah dalam peringkat pertama dalam buku 100 Orang Berpengaruh di Dunia.

"Michael Hart itu non-Muslim, tapi dia menempatkan Nabi Muhammad SAW pada peringkat pertama, lalu posisi kedua ditempati Isaac Newton dan posisi ketiga adalah Yesus Kristus. Ada juga Jenghis Khan, Mahatma Gandhi, Karl Marx, Aristoteles, Buddha Gautama, dan sebagainya," katanya.

Alasan yang digunakan Michael Hart juga bukan kultus, tetapi Muhammad SAW merupakan peletak dasar prinsip Islam sekaligus penyebar ajarannya, Muhammad SAW merupakan pemimpin agama sekaligus pemimpin masyarakat (duniawi), dan Muhammad SAW muncul di wilayah tidak berbudaya dengan membangun budaya.

"Oleh karena itu, jejak ajaran dan pengaruhnya mendunia dan masih ada dari dulu hingga sekarang, bahkan Islam sekarang meluas hingga ke Eropa dan Afrika," katanya.

Selain Michael Hart, kata dia, pemimpin dunia Mahatma Gandhi juga mengagumi Muhammad SAW. "Saya sudah tahu, karena itu saya percaya Islam tidak disebarkan dengan perang, tapi Islam menyebar karena gaya hidup Muhammad, yakni sederhana, menghindari pujian, dan totalitas kepada Tuhan," katanya.

Senada dengan itu, pembicara lain, Dr Umar Shihab, menjelaskan pentingnya shalawat (selawat) kepada Nabi Muhammad SAW. "Selawat itu melakukan sesuatu untuk yang dicintai. Oleh karena itu, para malaikat dan nabi pun berselawat kepada Nabi," katanya.

Bahkan, kata dia, Allah SWT juga berselawat kepada Nabi, tetapi bentuk selawat Allah adalah memenuhi keinginan Nabi. "Ada dua hal yang penting, yakni Allah memposisikan Nabi sebagai wasilah (perantara) di dunia dan safaat (pemberi pertolongan) di akhirat," katanya.

Sementara itu, para prajurit Marinir wilayah timur juga telah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Indoor Sport, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis (16/2/2012), yang dihadiri Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A Faridz Washington.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono