PALEMBANG, KOMPAS.com — Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan bahwa Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tempat bersejarah bagi perkembangan agama Islam di Tanah Air.
Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan hal itu saat jamuan makan malam bersama peserta pertemuan parlemen negara-negara Islam di Palembang, Senin (30/1/2012) malam.
Dikatakannya, agama Islam berkembang sejak adanya pelabuhan samudra ketika masa jaya Kerajaan Sriwijaya.
Dalam acara makan malam bersama itu juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus meresmikan Al Quran Al Akbar.
Selain itu, juga hadir dalam acara peresmian Al Quran raksasa itu antara lain Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Dikdik Mulyana Arief Mansyur, dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI S Widjonarko.
Lebih lanjut, dia mengatakan, di Kota Palembang juga terdapat peninggalan bersejarah bagi Islam, yakni Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II.
Bukan itu saja, Palembang sebagai kota wisata air karena di daerah ini terdapat sungai terpanjang di Sumatera, yakni Sungai Musi, kata dia.
Oleh karena itu, pertemuan parlemen negara-negara Islam tersebut sangat wajar dilaksanakan di Kota Palembang, katanya.
Namun, lanjut dia, bagi Sumsel sendiri dengan adanya pertemuan tersebut merupakan kebanggaan tersendiri karena akan memperkenalkan kota ini ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu dia mengatakan, keberhasilan sebagai tuan rumah pertemuan parlemen negara-negara Islam tersebut berkat dukungan semua pihak, terutama peserta.
Sebelumnya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, dengan dilaksanakannya pertemuan parlemen negara-negara Islam tersebut banyak manfaatnya bagi daerah ini.
Perekonomian masyarakat bertambah, terutama pengusaha perhotelan, karena peserta yang menghadiri pertemuan itu jumlahnya ratusan orang, kata dia.

