Kompas/Didit Putra Erlangga
Pergelaran Lutung Kasarung di bandung, Selasa (27/12/2011) malam.
BANDUNG, KOMPAS.com - Pertunjukan perdana Musikal Lutung Kasarung akhirnya rampung digelar di Sasana Budaya Ganesha, Selasa (27/12/2011) malam. Reaksi beragam bermunculan, meski sebagian besar sepakat bahwa klaim bahwa pertunjukan itu sekelas Broadway adalah sesuatu yang tergesa-gesa.
Komentar tersebut diutarakan beberapa penonton, usai menyaksikan pagelaran yang digelar dua jam lebih dengan dua babak disertai istirahat itu.
Sebut saja Melly Goeslaw yang berkomentar bahwa karakterisasi dari masing-masing tokoh masih kurang kuat, sehingga sulit membedakan tokoh satu dengan yang lain.
Padahal cerita Lutung Kasarung berkutat dengan tokoh utama Purbasari, dan enam saudara perempuannya yang namanya hampir sama dan dibedakan melalui kostum di panggung. Hal yang membedakan adalah kostum Purbasari lebih detail dan kaya aksen, begitu pula tokoh antagonis utama yang tidak lain kakak kandungnya, Purbararang.
Menurut pengamatan Kompas, ada beberapa masalah teknis yang membuat pertunjukan itu sedikit mengganggu seperti mikrofon yang tidak berfungsi dalam beberapa adegan, seperti saat Purbararang mulai bernyanyi. Solusinya, salah satu pengawal kemudian menyodorkan mik dan Purbararang pun menyanyi layaknya dalam konser.
Selain masalah mik, kualitas audio juga sedikit mengganggu karena pada saat tertentu suara musik mengalahkan vokal pemainnya. Beberapa dialog pun sulit didengarkan dengan jelas.
Beberapa hal lainnya seperti transisi adegan yang masih terlihat mencolok, ada orang yang kelihatan memindahkan barang di panggung. Padahal sebetulnya hal itu bisa diatasi hanya dengan permainan lampu untuk mengalihkan pandangan penonton.
Namun, secara umum, drama musikal Lutung Kasarung memang layak dijadikan hiburan alternatif bagi keluarga yang mencari kegiatan pengisi liburan akhir tahun. Meski diambil dari cerita rakyat Jawa Barat, kisah Lutung Kasarung punya moral cerita universal yang bisa dibawa pulang semisal kesetiaan, solidaritas, dan kesucian cinta.
Dari sisi pemain, Astri Hapsari ternyata mampu mencuri perhatian dengan bermain sebagai tokoh antagonis, Purbararang. Penjiwaan karakternya terasa betul sewaktu memerankan penguasa lalim sekaligus kakak yang dipenuhi iri dan dengki. Meski dua kali ditimpa masalah mik, dia tetap percaya diri menyanyi dan menari.
Musikal Lutung Kasarung dipertunjukkan hingga 1 Januari 2012. Pertunjukan hari Rabu (28/12/2011) ini, akan digelar dua kali pada siang dan sore hari.


