AROSUKA, SUMBAR, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatra Barat meminta para "niniak mamak" (tokoh adat) di daerah itu ikut ambil bagian dalam mengatasi setiap persoalan sekaligus ikut andil memajukan nagari.
Menurut Bupati Solok Syamsu Rahim di Arosuka, Senin, banyak persoalan yang terjadi di nagari seperti perselisihan antara masyarakat termasuk lunturnya budaya yang semestinya menuntut semua pihak untuk bekerja sama dan proaktif.
Ia menyebutkan, dalam menyelesaikan persoalan di tingkat nagari para tokoh adat harus diberdayakan karena mereka dekat dengan kaumnya.
"Dengan adanya peran niniak mamak itu maka akan terwujud nagari yang aman, damai dan tenteram," katanya.
Dikatakannya, jika semua niniak mamak di setiap nagari sudah memfungsikan perannya, maka akan berdampak baik untuk kemajuan daerah.
Ditambahkannya, kurangnya komunikasi dan koordinasi lembaga pemerintahan nagari dengan tokoh adat akan memperumit persoalan yang yang ada di tingkat pemerintahan yang paling bawah itu.
"Untuk itu kita instruksikan kepada seluruh wali nagari (kepala desa adat) dan niniak mamak untuk bersinergi, sehingga terbukalah ruang untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah di tingkat nagari," katanya.
Selain itu, lanjutnya, juga diperlukan peran tokoh agama di masing-masing nagari, terutama untuk membina akhlak generasi muda yang kian terpuruk.
"Banyaknya faktor pemicu yang bisa melunturkan karakter anak bangsa menuntut peran ulama untuk memberikan arahan-arahan positif," katanya.
Sinergitas antara pemerintah nagari, tokoh adat, dan ulama, menurut dia akan mewujudkan nagari yang aman, sehingga bisa memajukan daerah ke depannya.
"Otomatis jika semua elemen bersatu maka setiap program pembangun yang dicanangkan pemerintah daerah akan dapat diwujudkan sesuai dengan harapan kita bersama," katanya.
