Selasa, 2 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 2 September 2014 | 13:42 WIB
Merauke
Wah... Dana Kampung untuk Mabuk
Penulis: Erwin Edhi Prasetyo | Minggu, 11 Desember 2011 | 11:43 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
shutterstock Ilustrasi: mabuk

MERAUKE, KOMPAS.com- Bupati Merauke mengingatkan para kepala kampung di Kabupaten Merauke agar tidak menyalahgunakan bantuan dana segar Rp 200 juta per kampung untuk pembangunan kampung yang diberikank Pemkab Merauke. Bila ada penyalahgunaan, akan dilaporkan kepada polisi.

"Ada dana segar Rp 200 juta untuk setiap kampung, tetapi saya ingatkan tadi malam saya minta polisi untuk tangkap Kepala Kampung Yanggandur (Distrik Sota) karena dana Rp 200 juta dipakai untuk mabuk," ujar Bupati Merauke Romanus Mbaraka saat menyerahkan dana pembangunan kampung di kampung kaptel, Distrik Kaptel, Merauke, Papua.

Di depan masyarakat, Romanus menuturkan, dana Rp 200 juta itu bukan milik aparat kampung namun untuk kepentingan masyarakat kampung. Dengan demikian, pemanfaatnya harus dibicarakan bersama dengan masyarakat.

Dana itu di antaranya bisa digunakan, misalnya, untuk membuka kebun kampung, membersihkan jalan kampung, memberi bantuan kepada warga yang rumahnya hampir roboh, maupun membuat sumur umum. "Aparat kampung harus duduk bicara sama-sama dengan masyarakat unt uk penggunaan dana itu," ujar Romanus.

Romanus menuturkan, pemberian dana bantuan itu untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan dan mengubah paradigma proyek. Pemkab Merauke telah memberikan petunjuk teknis pemanfatan dana Rp 200 juta itu yaitu Rp 15 juta untuk bidang kesehatan, Rp 15 juta bidang pe ndidikan, Rp 15 juta untuk pemberdayaan ekonomi, Rp 5 juta untuk PKK, Rp 15 juta untuk bantuan sosial masyarakat, Rp 35 juta untuk operasional pemerintahan kampung, dan Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur kampung.

 

 

 

 

 

Editor :
Marcus Suprihadi