Rabu, 23 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Juli 2014 | 08:39 WIB
Bedah Lontar "Padma Buana" di Karangasem
Kamis, 8 Desember 2011 | 15:26 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

google.com
Ilustrasi

AMLAPURA, KOMPAS.com--Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Karangasem melakukan aksi sosial bedah lontar Padma Buana guna mewujudkan ketahanan Bali yang sesuai konsep Tri Hita Karana atau prinsip harmoni sesama umat, dengan alam dan Tuhan.

Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Karangasem I Wayan Arthadipa, Rabu mengatakan, saat ini umat, khususnya dari kalangan beragama Hindu, sangat haus terhadap pemahaman isi lontar yang kebanyakan mengulas soal bangunan suci.

Untuk itu para pemuka agama, adat serta tokoh masyarakat lainnya memerlukan pemahaman yang baik terhadap eksistensi budaya Bali, termasuk keyakinan psikologis terhadap nilai religius.

Dengan melakukan bedah lontar yang banyak mengupas masalah perkembangan zaman itu, kalangan tokoh masyarakat diharapkan mampu memperkaya khasanah informasi dan referensi tentang sastra dan budaya Bali.

Model kegiatan seperti ini akan diperkaya lagi tahun depan dengan mengambil tema bedah lontar lainnya seperti Ciwa Gama, agar masyarakat lebih cerdas, katanya.

Bendesa Adat atau pimpinan adat Gegelang, Jro Mangku Kamasan mengatakan, lembaga umat seperti MMDP harus selalu berada di tengah masyarakat.

Utamanya lembaga adat itu perlu sering berada di saat masyarakat yang sedang kebingungan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, katanya.

"Nah, dalam kesempatan seperti ini, lembaga umat itu mesti bisa memberikan solusi," ucap Jro Mangku Kamasan.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono