Minggu, 26 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Oktober 2014 | 04:05 WIB
Perekonomian Jawa Timur
Pemicu Inflasi, Kenaikan Harga Emas dan Telur
Penulis: Agnes Swetta Br. Pandia | Kamis, 1 Desember 2011 | 20:02 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Ilustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Kenaikan harga emas perhiasan dan telur ayam ras, memicu inflasi di Jawa Timur pada November kemarin sebesar 0,51 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional 0,34 persen. Dari 10 kota di provinsi ini, tiga di antaranya mengalami inflasi tertinggi yakni Banyuwangi 0,75 persen, Jember 0,59 persen dan Surabaya 0,56 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo, di Surabaya, Kamis (1/12/2011), mengatakan, inflasi November 2011 karena hampir semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, terutama kelompok sandang 1,99 persen dan pangan 0,81 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan hingga 5,27 persen, menyumbang inflasi 0,13 persen. Komoditas lain ikut menyumbang tingginya inflasi di Jatim adalah cabai merah, cabai rawit, daging sapi, tarif angkutan daerah, harga mobil dan rokok.

Irlan menambahkan, pada Desember inflasi diperkirakan masih di bawah satu persen, sehingga selama 2011 secara kumulatif inflasi di bawah 4,5 persen.

"Justru yang perlu diwaspadai adalah Desember ini, karena ada Natal dan Tahun Baru, kendati gejolak kenaikan harga komoditi lebih tinggi ketika Idul Fitri," katanya.

Berdasarkan inflasi kumulatif sampai dengan November 2011, tertinggi di Surabaya 4,10 persen, Tuban 3,48 persen, Malang 3,36 persen,Probolinggo 3,36 persen, Tulungagung 3,04 persen, Sumenep 2,96 persen, Kediri 2,93 persen, Madiun 2,95 persen, Banyuwangi 2,74 persen. Sementaran kumulatif inflasi terendah di Jember 1,88 persen.

 

Editor :
Agus Mulyadi