A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Film "Soegiya" Sedang Ambil Gambar - KOMPAS.com
Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 19:36 WIB
Kepahlawanan
Film "Soegiya" Sedang Ambil Gambar
Penulis: Aloysius Budi Kurniawan | Senin, 28 November 2011 | 14:05 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KLATEN,KOMPAS.com- Film berjudul Soegija yang disutradarai Garin Nugroho diharapkan mampu mengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaan maupun kepahlawanan Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Dalam film ini, kehadiran tokoh-tokoh manusia biasa justru akan menjadi pengejawantahan nilai-nilai pemimpin umat Katolik yang juga pahlawan nasional ini.

Produser Film Soegija, Romo Murti Hadi Wijayanto SJ dari Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta, mengatakan, semasa hidupnya kisah-kisah Mgr Albertus Soegijapranata SJ dicatat dan didokumentasikan oleh Moenadjat. Dalam film ini, kisah-kisah itu akan ditampilkan melalui beberapa tokoh, seperti Mariyem (Annisa Hertami Kusumastuti), Hendrick (Wouter Braaf), dan Ling ling (Olga Lidya).

"Tokoh-tokoh inilah yang akan mengejawantahkan nilai-nilai Mgr Soegijo. Beberapa tokohnya memang fiktif, namun isi pesannya tetaplah asli sejarah," kata Murti," akhir pekan kemarin di Klaten.

Beberapa kisah yang humanis akan ditampilkan dalam film ini, seperti bertemunya Mariyem, seorang perawat dengan Hendrick, wartawan Belanda. Keduanya memiliki relasi khusus meski akhirnya hubungan keduanya tak terwujud karena faktor pribumi dan non pribumi.

Sementara itu, sosok gadis keturunan Tionghoa, Ling Ling, juga akan tampil sebagai korban kerusuhan yang terpisah dari keluarganya. "Ling Ling menjadi representasi nasib kaum Tionghoa yang sejak zaman dahulu hingga sekarang selalu menjadi korban kerusuhan," ucapnya.

Peran-peran penting

Selain sisi-sisi kemanusiaan, Film Soegija juga akan mengangkat kisah bagaimana Mgr Albertus Soegijapranata SJ bersikap dalam mengambil keputusan-keputusan penting, seperti mengirim utusan ke Perdana Menteri Syahrir untuk mengirim tentara dan makanan ke Semarang saat perang lima hari di Semarang tanggal 15 Oktober 1945 hingga 20 Oktober 1945.

Pada saat itu pula, Mgr Albertus Soegijapranata SJ mempertemukan pimpinan Jepang dan Sekutu di Pastoran Gereja Gedangan, Semarang untuk melakukan gencatan senjata. "Waktu itu, Mgr Soegija sangat tegas. Apabila perang tidak dihentikan, maka beliau mengancam akan mengajukan amnesti internasional," papar Murti.

Sutradara Film Soegija, Garin Nugroho, mengungkapkan, film ini ia tidak ingin terlalu menonjolkan sisi-sisi heroisme Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Namun demikian, hal yang akan ditampilkan adalah bagaimana kisah-kisahnya dengan kehidupan di sekitarnya, bagaimana Mgr Albertus Soegijapranata SJ mampu menjadi pemandu nilai di tengah ketidakberdayaan negara.

Kini, film yang mengambil seting periode tahun 1940-an ini sedang menjalani proses pengambilan gambar ketiga di Pabrik Gula Gondang, Klaten, Jawa Tengah.

Pengambilan gambar berikutnya akan dilakukan dengan setting tempat di Gereja Bintaran dan Gedung Agung Yogyakarta. Ditargetkan, pengambilan gambar film yang melibatkan sekitar 2.000 pemain dan 160 kru ini selesai tanggal 8 Desember dan kemudian siap diputar sekitar bulan Juni 2012 mendatang.

Editor :
Marcus Suprihadi