Rabu, 1 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 1 Oktober 2014 | 02:52 WIB
Infrastruktur
Terowongan Dewa Ruci-Bali Harus Selesai Mei 2013
Penulis: Haryo Damardono | Senin, 28 November 2011 | 12:59 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kemacetan terjadi seusai hujan deras di Jalan Dr Suroto hingga Terowongan Casablanca, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2010). Banjir di Terowongan Casablanca memaksa pengendara menghindari genangan air sehingga memperlambat arus lalu lintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto menegaskan, terowongan Dewa Ruciyang mempertemukan arus lalu lintas Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Bandara Internasional Ngurah Rai, harus selesai dibangun pada bulan Mei 2013.

Terowongan itu dimaksudkan untuk memperlancar lalu lintas di Bali saat pertemuan APEC pada bulan September atau Oktober 2013.

"Waktu pelaksanaan proyek, sebenarnya terbilang mepet maka sejak hari pertama besok, proyek ini sudah harus dijalankan," kata Djoko, Senin (28/11/2011) di Kantor Kementerian PU, saat pemaparan soal Pembangunan Simpang Tak Sebidang atau underpass Dewa Ruci.

Menurut Djoko, tadinya di Simpang Dewa Ruci mau dibuatkan jembatan layang. Akan tetapi, akhirnya dinilai mengurangi nuansa Bali sehingga dibuatkanlah underpass . Terutama dari arah Bandara Ngurah Rai ke arah Sunset Road.

Data dari Bina Marga menyebutkan, terowongan itu sepanjang 450 meter, dengan lajur 2 arah x 2 lajur. Lebar underpass 2x8,65 meter. Perputaran arah ada pada sisi utara, timur, dan selatan dengan jarak satu kilometer dari Simpang tersebut.

Nilai kontrak dari proye k tersebut mencapai Rp 136,19 miliar, dengan sumber dana pekerjaan dari APBN 2011-2013. Pada tahun 2011 ini, dikucurkan dana Rp 40 miliar, lalu tahun 2012 sebesar Rp 90 miliar, dan tahun 2013 sebesar Rp 50 miliar.

Pemenang lelang adalah PT Adhi Karya (persero), Tbk, dengan waktu pelaksanaan proyek 540 hari kalender dari 28 November 2011 hingga 22 Mei 2013. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 24 bulan atau 730 hari kalender.

Sementara itu, konsultan perencanaan adalah PT Anugerah Krisdapradana, dan konsultan pengawas adalah PT Wiraguna Tani dan PT Wiswakarma Consulindo, JO.

Editor :
Robert Adhi Ksp