Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 20:08 WIB
Sa'unine String Orchestra Siap Konser Akbar di GKJ
| Jodhi Yudono | Selasa, 8 November 2011 | 18:39 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Saunine String Orkestra

DEPOK, KOMPAS.com--Sa’unine String Orchestra tampil "ngamen" di halaman perpustakaan Universitas Indonesia (UI) untuk memperkenalkan musik yang mempunyai konsep santai dan dekat dengan penonton.

"Kegiatan ini merupakan untuk mempromosikan konser akbar Sa’unine String Orchestra," kata Konduktor Sa’Unine String Orchestra Oni Krisnerwinto, usai tampil "ngamen: di UI Depok, Senin.

Sa’Unine String Orchestra akan menggelar konser akbar pada 11-12 November 2011 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang bertajuk "Konser Orkes Geseknya Indonesia 2011 Sa’Unine String Orchestra".

"Suasana terbuka serta akrab dengan para pendengarnya merupakan energi tambahan bagi kami untuk memuaskan hati para pendengar dan pecinta musik," katanya.

Oni mengatakan, selain di UI Sa’Unine String Orchestra juga tampil di taman depan Food Court Universitas Pelita Harapan (UPH).

"Kita akan bersusaha membuai pendengar dengan buaian lagu serta bunyi-bunyian Nusantara," ujarnya.

Sa’Unine String Orchestra telah mengeluarkan dua album yaiatyu album pertama dengan judul "Masa Lalu Selalu Aktual" dan album kedua yang bertajuk "Buaian Sepanjang Masa".

Dalam album pertama Sa’Unine String Orchestra membawakan lagu-lagu tradisional antara lain Di Bawah Sinar Bulan Purnama, Sapu Lidi, Ilir-ilir, Balian Sayang, Paris Berantai, Kambanglah Bungo Parautan, dan lainnya.

Sedangkan di album kedua antara lain Tak Lelo Ledhung, Timang-timang, Kanaya, Tidurlah Intan, Nina bobo, Kara, Owa-owa, Pupuh Sucita Subudi, dan lainnya.

Sementara itu, Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri yang menyaksikan langsung penampilan Sa'unine String Orchestra merasa kagum dengan alunan musik yang dibawakan. "Luar biasa indahnya musik tersebut," katanya terkagum-kagum.

Ia mengatakan, UI merangkul seniman untuk gelar konser di kampus yang akan dijadikan "Social Eko Tourism".

"Kami mengundang seluruh seniman untuk memanfaatkan perpustakaan terbesar UI. Perpustakaan juga dapat dimanfaatkan sebagai peradaban budaya," katanya.

Konsep santai dan dengan dengan penonton merupakan ciri utama yang diusung Sa’unine Orchestra.

Kesederhaan dan kesahajaan dalam tiap penampilannya serta membawakan budaya tradisional menjadikan konser semakin hidup, bahkan tak jarang mereka tampil dengan guyonan yang menggelitik penonton.

"Kesan orchestra yang dibawakan dengan serius dan kaku hilang ketika Sa?unine tampil di depan pecinta musik," katanya.

Ia mendorong para seniman untuk tampil di perpustakaan, agar memanfaatkan tempat tersebut untuk menggelar kegiatan.

Sumber :
ANT