Sabtu, 1 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 1 November 2014 | 05:03 WIB
Perkawinan Agung Keraton Yogya
Tienuk Riefki Dipercaya Lagi Rias Putri Sultan
Penulis: Aloysius Budi Kurniawan | Kamis, 13 Oktober 2011 | 15:36 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN Kedua calon mempelai, Putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dan Achmad Ubaidillah berpose di Keraton Yogyakarta awal pekan lalu.
Foto:

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Perias pengantin tradisional kondang Tienuk Riefki kembali dipercaya pihak Keraton Yogyakarta untuk merias kedua mempelai dalam pernikahan agung putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara dan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, Minggu (16/10/2011) hingga Rabu (19/10) mendatang.

Dengan demikian, ini adalah kali ketiga Tienuk merias putri Sultan HB X dan ke-13 kalinya merias di Keraton Yogyakarta, baik bagi menantu Sultan HB IX maupun putri Sultan HB X.

"Ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi saya, karena tidak banyak perias pengantin yang mendapat kesempatan emas seperti saya. Apalagi, dalam pernikahan ini terdapat upacara panggih pengantin Keraton Yogyakarta dan pondhongan yang unik dan tidak ada di luar keraton," ucap Tienuk, Kamis (13/10) saat mempersiapkan tata rias di Keraton Kilen, Yogyakarta.

Tienuk sendiri telah 40 tahun malang melintang dalam dunia rias pengantin. Ia memulai karirnya setapak demi setapak, mulai dari mengikuti lomba rias di tingkat kelurahan hingga nasional sampai kemudian mendapat kepercayaan merias putra/menantu Sultan Keraton Yogyakarta maupun merias putra/menantu Sunan di Keraton Solo.

Tienuk yang juga bergelar Nyimas Wedono Pujo Sumbogo mendapat tugas dari Sultan Hamengku Buwono X untuk merias pernikahan putri bungsunya pada Mei 2011 lalu. Permintaan tersebut disampaikan putri kedua Sultan GKR Condrokirono.

Editor :
Marcus Suprihadi