Sabtu, 30 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 11:27 WIB
Batu Kerajaan Ditemukan di Tasikmalaya
Senin, 10 Oktober 2011 | 16:16 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
shutterstock ilustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com--Batu diduga situs peninggalan zaman kerajaan ditemukan warga di kebun Kampung Nangklong, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Salah seorang warga penemu batu juga pemilik kebun tersebut, Hasbini (53), Senin, mengatakan batu yang diduga peninggalan zaman kerajaan itu ditemukan saat melakukan penggalian tanah kebun, Kamis (6/10).

Sebelumnya Hasbini mengaku pernah bermimpi tentang keberadaan batu tersebut berada kawasan bawah tanah kebun miliknya untuk dijaga baik-baik.

Selanjutnya Hasbini membuktikan mimpi tersebut dengan melakukan penggalian tanah di kebunnya, dan ternyata ditemukan batu berukuran berdiameter sekitar 1,5 meter.

Di atas dataran batu tersebut, kata Hasbini terlihat seperti gambaran peta dan terdapat tulisan seperti menyerupai angka 0, 1 dan 5.

Selain penemuan batu tersebut, Hasbini menemukan sejumlah batu yang berukuran lebih kecil memiliki motif seperti garisan menggambarkan perbukitan daerah sekitar.

Sementara itu tokoh pemuda penggerak budaya dan pariwisata Situ Sanghyang, Kabupaten Tasikmalaya, Jamjam, mengatakan penemuan batu tersebut diharapkan dapat mengungkap sejarah kerajaan dan keberadaan Situ Sanghyang.

Apabila batu tersebut terbukti peninggalan bersejarah, menurut Jamjam tentu ada kaitannya dengan berdirinya sejumlah kerajaan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu berdasarkan data yang dikumpulkan dari cerita-cerita orang terdahulu, kata Jamjam, kemungkinan batu tersebut ada sangkutannya dengan sejarah kerajaan yang berada di Situ Sanghyang.

"Karena di wilayah penemuan batu dan Situ Sanghyang pada zaman dahulu terdapat beberapa kerajaan, tapi lebih jelasnya setelah nanti ada penelitan dari pihak yang berkepentingan dalam masalah ini," katanya.

Sejak penemuan batu diduga peninggalan bersejarah itu, warga setempat maupun sejumlah daerah lainnya di luar kecamatan terus berdatangan hanya sekedar ingin melihat keberadaan batu tersebut.

Agar batu dapat terjaga dengan baik, sejumlah warga setempat menjaganya, termasuk pengurus pariwisata Situ Sanghyang melaporkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya serta Balai Arkeologi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Selama ini kita terus menjaganya karena banyak dikunjungi warga, bahkan kita juga sudah melaporkan ke Balai Arkeologi untuk penelitian lebih jauh," kata Jamjam.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono