Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 23:44 WIB
Keraton Yogyakarta
Pernikahan Putri HB X Digelar 4 Hari 4 Malam
Penulis: Aloysius Budi Kurniawan | Ferganata Indra Riatmoko | Kamis, 6 Oktober 2011 | 14:39 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X Gusti Kanjeng Ratu Bendara (sebelumnya bernama GRAj Nurastuti Wijareni)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni (25), yang sekarang berganti nama menjadi Gusti Kanjeng Ratu Bendara akan berlangsung selama empat hari empat malam. Rencananya proses ritual pernikahan dimulai 16 Oktober sampai 19 Oktober.

"Pada prinsipnya, acara tetap sama dengan ritual pernikahan raja-raja Keraton Yogyakarta. Hanya hajatan pernikahan yang dulunya berlangsung 40 hari 40 malam sekarang dipersingkat menjadi empat hari empat malam," kata anggota Tim Media Center Pernikahan Putri HB X, Kanjeng Raden Tumenggung Purwowinoto, Kamis (6/10/2011), di Keraton Kilen, Yogyakarta.

Beberapa ritual yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta antara lain nyantri calon pengantin laki-laki di Bangsal Kasatriyan dan calon pengantin putri di Keputren (16 Oktober), kemudian prosesi siraman kedua calon pengantin secara terpisah di Bangsal Kasatriyan dan Keputren (17 Oktober), prosesi ahad nikah pengantin laki-laki di Masjid Parepen (18 Oktober) dilanjutkan upacara panggih di Bangsal Kencono serta pemberian ucapan selamat dari tamu di emperan Bangsal Proboyekso yang disusul resepsi di Kepatihan.

Sementara itu, proses ritual terakhir adalah upacara pamitan kedua pengantin baru dengan Sultan dan permaisuri GKR Hemas. Dari seluruh rangkaian upacara ini, para tamu undangan akan hadir pada hari ketiga, yaitu Selasa (18/10) pagi, pada upacara panggih  di Bangsal Kencono, saat memberi ucapan selamat di emperan Bangsal Proboyekso, dan pada resepsi pernikahan di Kepatihan (Kantor Pemprov DIY), Selasa (18/10) malam.

Di hari ketiga ini, pihak keraton mengundang para pejabat negara, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, mantan presiden dan mantan wakil presiden, para menteri, dan duta besar.

Selanjutnya, pada hari keempat, Rabu (19/10), kedua pengantin akan menjalani upacara pamitan, yaitu tradisi pengantin minta restu kepada orangtua pengantin putri untuk memulai hidup berkeluarga baru. Pada kesempatan ini, Reni dan Ubai (nama panggilan kedua pengantin) akan berpamitan dengan Sultan beserta permaisuri, GKR Hemas.

Editor :
Marcus Suprihadi