Selasa, 29 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 29 Juli 2014 | 15:40 WIB
Mensos Hadiri Haul "Guru Tua"
Penulis: | Minggu, 11 September 2011 | 10:49 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/ Cornelius Helmy Herlambang Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri

PALU, KOMPAS.com--Menteri Sosial Salim Seggaf Aljufri dijadwalkan menghadiri peringatan wafat (haul) pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Indrus bin Salim Aljufri atau yang biasa dikenal "Guru Tua" ke-43 di Palu, Sulawesi Tengah pada 10 September 2011.

Kepastian kehadiran dalam peringatan haul Guru Tua itu dikatakan Menteri Sosial saat memberikan bantuan kepada kaum dhuafa di Kota Palu senilai lebih Rp500 juta, Sabtu.

Salim Seggaf Aljufri adalah salah satu cucu Guru Tua yang selalu menyempatkan pulang kampung ke Palu saat haul Habib Sayyid Indrus bin Salim Aljufri.

Menurut Panitia Pelaksana Haul Guru Tua, selain Menteri Sosial, akan hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad yang juga Ketua Yayasan Alkhairaat.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, haul Guru Tua selalu dihadiri lebih 20 ribu orang yang berasal dari kawasan timur Indonesia.

Dalam acara haul Guru Tua, selain diisi acara doa bersama juga terdapat ceramah agama dari tokoh Alkhairaat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Alkhairaat sendiri berkembang di wilayah Sulawesi, Ternate, Gorontalo dan Kalimantan. Di wilayah tersebut banyak terdapat sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai bidang usaha lainnya.

Guru Tua

Guru Tua lahir di Hadramaut, Yaman, 15 Sya’ban 1309 Hijriah atau 15 Maret 1892. Guru Tua bersama rombongan menginjakkan kaki pertama di Pelabuhan Wani, Donggala, pada 1929.

Kedatangannya di Wani atas ajakan masyarakat Arab melalui saudara Sayyid Idrus untuk mendirikan madrasah.

Pemerintah Belanda yang saat itu menduduki Donggala tidak memberikan izin pendirian madrasah karena dianggap bisa memengaruhi pemikiran rakyat saat itu.

Guru Tua akhirnya mendirikan sekolah di Palu, sekitar 30 kilometer dari Wani. Madrasah tersebut bernama Alkhairaat.

Guru Tua wafat pada 22 Desember 1969 atau 12 Syawal 1389 Hijriah. Guru Tua dimakamkan di tempat pembaringannya yang letaknya berdampingan dengan ruang masjid Alkhairaat di Jalan SIS Aljufri.

Tanggal 12 Syawal itulah yang saat ini dimanfaatkan masyarakat dari berbagai pelosok Tanah Air untuk berkumpul di Palu dan bersilaturrahmi mengenang Guru Tua.

Sampai saat ini bangunan sekolah Alkhairaat masih terlihat seperti aslinya. Bangunan berlantai dua itu sebagian besar terbuat dari kayu.

Sayyid Indrus bin Salim Aljufri telah mengabdi untuk kepentingan umat Islam di Nusantara, khususnya di bagian timur Indonesia sekitar 40 tahun.

Untuk menghargai jasa Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, Pemerintah Kota Palu dalam waktu dekat akan mengganti nama Bandara Mutiara Palu menjadi Bandara SIS Aljufri.

Pemerintah Sulawesi Tengah juga telah mengusulkan agar Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri menjadi pahlawan nasional karena jasa-jasanya mencerdaskan masyarakat dan membebaskan dari cengkraman Kolonial Belanda.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono