Kamis, 24 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Juli 2014 | 09:08 WIB
Sejarah
Hari Ini 200 Tahun Perang Napoleon di Jawa
Penulis: Iwan Santosa | Jumat, 26 Agustus 2011 | 12:05 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/M SUPRIHADI Sampul buku Perang Napoleon di Jawa 1811

JAKARTA, KOMPAS.com- Hari ini tanggal 26 Agustus 2011 adalah peringatan 200 tahun Perang Napoleon di Jawa yang ditandai dengan kekalahan pasukan Prancis-Belanda dari pasukan Inggris di Benteng Meester Cornelis, Batavia.

Penulis roman sejarah Perang Napoleon di Jawa (1811), Kol (Purn) Jean Rocher menceritakan, perang tersebut merupakan satu-satunya pertempuran dari Perang Napoleon yang terjadi di Asia ketika bara peperangan melawan Napoleon melanda Eropa dan Afrika seperti ditulis dalam bukunya, Perang Napoleon di Jawa (1811).

"Perang ini terlupakan dari sejarah Perancis karena berisi kekalahan pasukan Napoleon. Di lain pihak, Inggris, Belanda, dan India juga melupakannya. Sungguh ironis. Perang ini membuktikan Jawa dan Nusantara memiliki nilai strategis," kata Rocher.

Pertempuran Perancis, Belanda dan pasukan Jawa melawan pasukan Inggris dan India-Inggris (Sepoy) melibatkan hampir 30.000 pasukan dan armada puluhan kapal perang. Pertempuran berakhir di Jatingaleh, Semarang pada bulan September 1811.

Jenderal Janssens menyerah di Tuntang dekat Stasiun Kereta Api. Tuntang di sebelah Jembatan Tuntang dekat Rawa Pening. Penerbit Buku Kompas (PBK) secara khusus menerbitkan buku Perang Napoleon di Jawa (1811) untuk mengenang perang yang terlupakan itu.

Dalam buku tersebut dicantumkan pesan Napoleon kepada para perwiranya seperti Herman Willem Daendels dan Jan Willem Janssens untuk mempertahankan Jawa berapa pun harganya.

Semula Napoleon memerintahkan Menteri Laut dan Jajahan Denis Decres untuk mengirim 10.000 pasukan Perancis untuk mempertahankan Jawa. Selain Jawa, sisa koloni Perancis waktu itu di Samudera Hindia tersisa di Mauritius dan Reunion. Dalam keadaan terisolasi, armada Perancis di Ile de France dan Ile de Bourbon (sekarang Mauritius) berhasil mengalahkan armada Inggris yang berangkat dari Madras (1809).

Editor :
Marcus Suprihadi