Rabu, 1 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 1 Oktober 2014 | 19:13 WIB
Festival Tanglong Ramaikan Ramadhan
Penulis: | Jumat, 19 Agustus 2011 | 05:08 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

BANJARBARU, KOMPAS.com--Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Ruzaidin Noor mengatakan, festival "tanglong" dan "bagarakan" sahur merupakan salah satu cara menyemarakan bulan Ramadhan di daerah itu yang perlu dilestarikan.

"Festival diisi dengan kegiatan bernuansa Islami sehingga cukup tepat dilakukan sebagai salah satu cara menyemarakan bulan Ramadhan," ujar wali kota di Banjarbaru, Kamis.

Ia mengatakan, kegiatan tahunan yang dilaksanakan Minggu (21/8) malam bertepatan 21 Ramadhan 14322 Hijriah itu juga diharapkan menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Banjarbaru maupun Kalimantan Selatan (Kalsel) umumnya.

Menurut dia, setiap peserta tanglong (lampion) diminta menampilkan kreativitas terbaik seperti miniatur masjid, Ka’bah, bulan sabit, onta dan kaligrafi tetapi tidak diperbolehkan menampilkan figur rasul atau nabi.

"Nuansa Islami muncul karena kreativitas yang ditampilkan menggambarkan miniatur bangunan tempat ibadah maupun benda lain ciptaan Allah yang mencirikan budaya Islam," ungkapnya.

Sementara, "bagarakan" (membangunkan) sahur juga kental dengan suasana bulan Ramadhan dan sering dijadikan anggota masyarakat sebagai sarana membangunkan orang untuk sahur.

"Ritual membangunkan sahur identik dengan masyarakat Kalsel dan dilombakan dalam festival yang diharapkan dapat lebih menggugah masyarakat untuk melestarikan salah satu budaya daerah," ujarnya.

Festival kali ini berbeda dibanding tahun lalu dimana acara diawali buka puasa bersama dengan peserta festival yang dipusatkan di gedung Bina Satria Banjarbaru.

Usai buka puasa bersama dilanjutkan Shalat Maghrib dan Shalat Isya serta Shalat Tarawih berjamaah diteruskan pembukaan festival yang dipusatkan di lapangan Murdjani depan Balai Kota Banjarbaru.

Ia mengatakan, seluruh peserta festival akan mengikuti konvoi keliling kota sehingga bisa memberikan hiburan bagi anggota masyarakat lain yang tidak bisa datang ke pusat kegiatan.

Kemeriahan lain yang siap ditampilkan di ajang festival tingkat Kalsel dan Kota Banjarbaru itu adalah pesta kembang api yang diluncurkan di atas lapangan Murdjani.

Pemkot Banjarbaru sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk peluncuran kembang api tersebut karena seluruhnya ditanggung pihak ketiga yang berpartisipasi dalam "event" tahunan itu.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono