A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Ribuan Babi Dipotong Jelang Galungan - KOMPAS.com
Minggu, 26 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Oktober 2014 | 16:28 WIB
Ribuan Babi Dipotong Jelang Galungan
Penulis: | Selasa, 5 Juli 2011 | 11:11 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA
Ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com--Masyarakat Bali melakukan pemotongan ribuan ekor babi secara massal pada hari "penampahan" atau sehari menjelang Hari Raya Galungan, Selasa.

"Ribuan ekor babi yang dipotong dalam waktu bersamaan itu telah disiapkan jauh sebelumnya, sehingga kebutuhan babi dalam jumlah besar dalam waktu yang sama dapat dipenuhi dari daerah setempat, tidak lagi mendatangkan babi dari luar daerah," Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra.

Ia mengatakan, Bali kini memiliki persediaan babi yang siap potong dengan berat rata-rata di atas 100 kg/per ekor mencapai 140.000 ekor yang tersebar secara merata pada masyarakat di delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini.

Kondisi itu hampir tiga kali lipat dari kebutuhan selama ini setiap bulan rata-rata 20.000 ekor. Persediaan babi yang siap "panen" jauh di atas rata-rata kebutuhan pada hari "penampahan" Galungan.

Pemotongan babi dilakukan secara patungan, satu ekor dengan berat lebih dari 100 kg dibagi 10-15 kepala keluarga (KK). Bahkan masyarakat yang tergolong mampu memotong satu ekor babi, sebagian dagingnya diberikan kepada keluarga dekat.

Masyarakat Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan sekitar 45 km barat daya Denpasar, misalnya melakukan pemotongan babi itu pada pagi hari, sehingga menjelang matahari terbit pemotongan itu sudah selesai.

Masing-masing KK memperoleh bagian enam sampai sepuluh kilogram daging babi itu selanjutnya bersama anggota keluarganya diolah dalam berbagai menu makanan khas Bali.

"Ada yang diolah menjadi lawar dan bebalung untuk makan hari ini dan besok, maupun olahan urutan yang bisa tahan dalam beberapa hari ke depan," ujar Pan Suminah (43), salah seorang warga setempat.

Ia menuturkan, seekor babi dengan berat 100 kg milik salah seorang warga dibeli secara patungan bersama sepuluh orang  dengan pembagian sama rata.

Sementara masyarakat perkotaan, khususnya di Kota Denpasar hanya sebagian kecil yang melakukan pemotongan babi di rumah tangga. Mereka kebanyakan membeli dalam bentuk daging babi yang sudah bersih siap diolah di pasar-pasar tradisional.

Masyarakat Bali, baik di kota maupun pedesaan pada hari penampahan Galungan tetap melakukan tradisi "ngelawar" dan membuat aneka jenis masakan khas Bali.

Menurut Kadis Peternakan Bali Putu Sumantra, harga daging babi sebelum Galungan yang merupakan hari raya terbesar umat Hindu Bali, berkisar Rp35.000-Rp45.000/kg, namun sekarang naik menjadi kisaran Rp38.000-Rp50.000 per kilogram.

Sedangkan babi hidup sebelumnya rata-rata Rp21.000/kg sekarang meningkat menjadi Rp22.000-Rp24.000/kg untuk babi dengan berat di atas 100 kg.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono