Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Oktober 2014 | 18:42 WIB
Pesan Moral Pemuka Agama di Athena
Penulis: Jodhi Yudono | Senin, 11 April 2011 | 19:45 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

klikunic.com
ilustrasi

LONDON, KOMPAS.com--Para pemuka berbagai agama dan akademisi dari Indonesia menekankan pentingnya hidup dalam suatu keharmonisan di antara pemeluk agama yang berbeda-beda.

Pesan tersebut disampaikan saat berlangsungnya acara tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Athena bertempat di Wisma Duta, Minggu malam, ujar Sekretaris Kedua KBRI Athena , Widya Sinedu dalam keterangannya di London, Senin.

Para akademisi dan tokoh agama yang hadir yaitu Rektor Institut Hindu Darma Bali, MA Prof. Dr. I Made Titib, Dosen Universitas Kristen Maluku, Dr. Margaretha Hendriks-Ririmase, Rektor Institut Sanata Darma Yogyakarta, Dr. Heru Prakosa dan Dosen St. Paulus, Adolfina Elizabeth Koamesakh, MTh, Mhum didampingi Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Trias Kuncahyono.

Acara tatap muka ini mengawali rangkaian kegiatan Interfaith Dialog yang akan dilaksanakan oleh Kedutaan Besar RI Athena bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI dan Kementerian Luar Negeri Yunani.

Rangkaian kegiatan antara lain Ceramah Umum di Fakultas Teologi, Universitas Athena dan sebagai acara puncak diadakan Dialog Lintas Agama yang diadakan di Hotel Divani Caravel, Athena pada tanggal 12 April mendatang.

Di sela-sela kegiatan tokoh lintas agama juga diadakan pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri Yunani, Kementerian Pendidikan dan Agama, Asosiasi Muslim Yunani, Tokoh Agama Orthodoks dan Katolik serta kunjungan ke tempat peribadatan di kota Athena.

Sementara itu, Dirjen Informasi Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi mengutarakan tujuan kehadiran delegasi di Yunani adalah untuk sharing knowledge keberhasilan Indonesia mengelola keanekaragaman masyarakat dalam mengembangkan budaya dialog lintas agama baik dalam tataran domestik, bilateral, regional maupun multilateral.

Menurutnya,  keberhasilan budaya dialog lintas agama di Indonesia  mendapatkan pengakuan dan apresiasi positif di berbagai fora internasional.

Inisiatif dan kepeloporan Indonesia di bidang interfaith dialogue menjadi upaya diplomasi dalam menciptakan image branding positif Indonesia yang tidak hanya melibatkan diplomat tetapi tokoh agama, akademisi dan masyarakat Indonesia di luar negeri  atau yang disebut dengan people to people contact.

Untuk itu, Dirjen IDP menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat bersama-sama membangun citra positif Indonesia di luar negeri termasuk warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Yunani.

Rektor Institut Hindu Darma Bali, MA Prof. Dr. I Made Titib menyampaikan diaspora masyarakat Bali di seluruh dunia dan keharmonisan dan kerukunan beragama di Bali, terbukti dari peninggalan bersejarah dari berbagai agama, tidak hanya Hindu.

Dalam sambutan singkatnya, Dosen Universitas Kristen Maluku, Dr. Margaretha Hendriks-Ririmase mengungkapkan kedatangan tokoh agama bertujuan untuk menyampaikan perkembangan terkini dari Indonesia terutama di Maluku yang sudah pulih.

Menurutnya  berbagai elemen masyarakat di Ambon saat ini telah menyadari kekeliruan yang terjadi di masa lalu dan berupaya menciptakan kondisi harmonis serta bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

Rektor Institut Sanata Darma Yogyakarta, Dr. Heru Prakosa mengutarakan mengenai keadaan terakhir di Yogyakarta yang terkena imbas dari letusan gunung Merapi.  Dalam keadaan sulit ini, masyarakat dari berbagai latar belakang agama  saling bahu membahu untuk mengatasi keadaan tersebut yang membuktikan  adanya kerukunan dan toleransi yang kuat, ujarnya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono