A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Keris dan Tombak Sunan Kudus Dijamas - KOMPAS.com
Selasa, 2 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 2 September 2014 | 01:33 WIB
Keris dan Tombak Sunan Kudus Dijamas
Penulis: Jodhi Yudono | Selasa, 23 November 2010 | 12:20 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

misterisdunia.blogspot.com
ilustrasi

KUDUS, KOMPAS.com--Sebilah keris yang dikenal dengan nama Cintoko serta dua buah tombak yang juga peninggalan Sunan Kudus, kembali dijamas di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, Senin.

Kegiatan ritual itu dilakukan setiap Senin atau Kamis pada pekan pertama setelah hari Tasrikh, dan dipusatkan di bangunan Tajug, depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus.

Ritual penjamasan diawali dengan keris tersebut yang dicuci dengan cara dibersihkan dengan air jeruk nipis, merang ketan hitam, dan kemudian dikeringkan dengan sekam oleh ahli penjamasan yakni Haji Fakihudin.

Hal serupa juga dilakukan terhadap dua mata tombak yang dibersihkan dengan menggunakan air jeruk nipis, merang ketan hitam, dan kemudian dikeringkan dengan sekam.

Air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu.

Menurut Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan, ritual penjamasan keris Sunan Kudus merupakan ritual yang berumur ratusan tahun dan biasa dilakukan oleh pendahulunya hingga sekarang.

Ritual penjamasan diawali dengan ritual keagamaan dan doa bersama yang dipimpin ulama sepuh yang bernama Kiai Abdul Basyir.

Setelah penjamasan, keris dikembalikan ke tempat semula yakni berada di atap bangunan Tajuk yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan selawat.

Sebelum disimpan di Tajuk, keris tersebut dimasukkan ke dalam peti yang sudah tersedia, kemudian dibungkus dengan kain mori berwarna putih.

Semua tamu undangan maupun pengunjung dilarang menghalangi jalan dari Tajuk menuju Makam Sunan Kudus, sebagai bentuk penghormatan kepada Sunan Kudus saat menggelar prosesi penjamasan keris.

Sementara dua tombak dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus untuk memimpin salat berjamaah.

Usai prosesi tersebut, dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan menu khas "jajan pasar" dan nasi opor ayam.

Disajikannya hidangan nasi opor ayam, kata Nadjib Hasan, baru berjalan sekitar 10 tahun yang lalu, guna menghormati salah satu menu kesukaan Sunan Kudus.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono