Jumat, 25 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Juli 2014 | 04:17 WIB
Motif Batik Tiga Negeri Lasem Dipamerkan
Penulis: Winarto Herusansono | Kamis, 14 Oktober 2010 | 19:43 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

SEMARANG, KOMPAS.com — Motif batik khas dengan corak Batik Tiga Negeri asal Lasem, Kabupaten Rembang, dan corak batik Merak Ing Papringan versi pembatik Semarangan dapat dinikmati masyarakat penggemar batik tradisional di Kota Semarang.

Menurut pembatik Semarangan, Olif, Kamis (14/10/2010), masyarakat penggemar batik dapat menyaksikan dua corak batik khas yang saat ini masih langka itu dalam Pameran Hasta Kreasi, 13 -17 Oktober 2010 di Mal Paragon, Semarang.

Batik tulis halus dengan corak Merak Ing Papringan sebenarnya merupakan corak batik asli Semarang yang sejak masa Belanda sangat dikenal. "Motif itu menggambarkan seekor burung merak tengah berada di tengah kebun tanaman bambu," ujar perajin Olif. Batik dengan motif ini ditawarkan Rp 650.000 per potong.

Sebaliknya, batik tradisional dengan motif Batik Tiga Negeri adalah kain batik yang proses pewarnaan, pembiutan motif, dan pematangan gambarnya dikerjakan dengan mengambil unsur tiga negeri atau kota, yaitu Solo, Pekalongan, dan Lasem yang merupakan daerah sentra batik besar di Jawa Tengah.

Editor :
Erlangga Djumena