Solo, Kompas - Empat perhimpunan mendukung usulan untuk menetapkan mendiang maestro keroncong Gesang Martohartono sebagai pahlawan nasional. Keempat perhimpunan itu adalah Perhimpunan Masyarakat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indonesia, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Japan-Indonesia Association, dan Japanese Society for Rights of Authors, Composers, and Publishers (Jasrac).
Pernyataan keempat perhimpunan ini dideklarasikan di depan patung Gesang yang dibangun di Taman Gesang di Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Minggu (5/9). Taman ini dibangun oleh Perhimpunan Dana Gesang di Jepang.
Deklarasi diikuti Sekretaris Jenderal Perhimpunan Masyarakat HKI Indonesia Henry Soelistyo, Sekjen PPIJ Heru Santoso, Presiden Komisaris PT Gema Nada Pertiwi Hendarman Susilo, Okabe dari Japan-Indonesia Association, serta beberapa pencinta Gesang dari Jepang.
Menurut Henry, pihaknya telah mempelajari persyaratan menjadi pahlawan nasional, antara lain memiliki integritas moral, keteladanan, jiwa nasionalisme, dan konsistensi dalam pemilihan profesi. Gesang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, Gesang pernah menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma.
Henry mengatakan, pihaknya menargetkan sudah akan memasukkan usulan tersebut secara tertulis kepada Kementerian Sosial sebelum Lebaran ini. "Tinggal melengkapi dengan usulan tertulis dari Jasrac dalam bahasa Jepang," katanya.
Sebelumnya, dukungan Gesang ditetapkan sebagai pahlawan nasional juga disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Pemerintah Kota Solo, Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding, serta beberapa seniman.
Hendarmin mengatakan, lagu "Bengawan Solo" telah mengharumkan nama Indonesia dan Kota Solo serta mengenalkan musik keroncong ke mata dunia. Lagu "Bengawan Solo" setiap tahun menghasilkan royalti sebesar 5.000 dollar Amerika Serikat yang berasal dari pengguna di Jepang, Eropa, dan Asia Tenggara.
Seusai deklarasi, penyanyi dari Jepang, Yasunori Sugahara, melantunkan lagu "Bengawan Solo" dalam bahasa Jepang. Dia juga menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka". Warga Jepang yang hadir dalam acara tersebut turut menyanyikan kedua lagu itu. (eki)


