Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:35 WIB
Eagle Award 2010
Inilah 5 Film Dokumenter Terbaik
Penulis: Yurnaldi | Jumat, 27 Agustus 2010 | 19:56 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

JAKARTA, KOMPAS.com- Lima film dokumenter terbaik Eagle Award 2010, Jumat (27/8/2010), diputar perdana di Blitz Megaplex, Pacific Place Mall, Jakarta. Dihadiri sejumlah pejabat negara dan atase kebudayaan kedutaan luar negeri, serta ratusan penonton, kelima film dokumenter yang disutradarai kelima pasang finalis yang masing-masing berasal dari Kendari, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat itu, selain menggugah juga inspiratif.

Public Re lation & Publicity Manager Metro TV Henny Puspitasari mengatakan, cuplikan dari Premiere Eagle Awards 201 0 ini juga dapat disaksikan di Metro TV pada hari Rabu, 1 September 2010, pukul 09.55 WIB .

Kelima film tersebut adalah:

1. Beasiswa Ala Bajo, Sutradara Tomy Almijun Kibu & Rosniawanti Fikri Tahir, Asal daerah: Kendari, Sul awesi Tenggara   

 

 

 

Ide Cerita: Mengisahkan proses pemberian beasiswa ala masyarakat suku Bajo yang dilakukan secara swadaya oleh komunitas Bajo untuk membantu anak-anak suku Bajo agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.    

 

 

 

2. Dongeng Ajaib, sudradara Budiyanto & Elsha Parawira Putri. Asal daerah: DKI Jakarta  

 

 

 

Ide Cerita: Mengangkat metodologi dongeng sebagai sarana mencerdaskan bangsa. Sebuah tradisi budaya bangsa yang telah lama ditinggalkan ini ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi pendidikan anak dan menjalin hubungan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Muhammad Aryo Farid Zidni (29th ) hadir untuk mendongeng dari satu taman baca ke taman baca yang lainnya secara cuma -cuma untuk mengatakan pada dunia bahwa mendongeng dapat mencerdaskan anak.

3. Habibie dari Selokan Mataram, sutradara: Dendi Pratama & Danang Cahyo Nugroho. Asal daerah: Sleman, Yogyakarta   

 

 

 

Ide Cerita: Mengisahkan seseorang bernama M. Toha, seorang pekerja percetakan yang dikenal karena keahliannya di bidang Aeromodeling & Robotic. M. Toha dengan komunitasnya, Seribu Bintang, menciptakan sebuah pesawat tanpa awak yang memiliki sistem navigasi, dan dilengkapi dengan sistem UAV yang biasa digunakan untuk kepentingan riset, survei atau sebagai pesawat mata-mata militer.  

 

4. HONG, sutradara: Yoyo Sutarya & Esa Hari Akbar. Daerah asal Bandung, Jawa Barat.   

 

 

 

Ide Cerita: Mengangkat kearifan lokal dari komunitas HONG, sebuah komunitas yang mengajak anak-anak untuk kembali ke permainan tradisional. Karena permainan tradisional mampu meningkatkan motorik dan kreativitas anak.

 

 

 

 

5. Sekolah Master Anak Jalanan, sutradara: Deny Surahman & Wiguna Satria. Asal daerah: Depok, Jawa Barat   

 

 

 

Ide Cerita: Menceritakan sebuah sekolah gratis yang didirikan oleh Nurrohim (pengumpul barang bekas) untuk anak jalanan dan masyarakat yang kurang mampu. Sekolah bernama PKBM Yabim yang didirikannya sejak tahun 2001 dan terletak di belakang Terminal Depok hingga kini telah memiliki hampir 1500 murid dari mulai SD, SMP, SMA serta sejumlah prestasi yang berhasil diraih para murid sekolah tersebut.

 

 

 

Editor :
Marcus Suprihadi