Kamis, 27 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 27 November 2014 | 03:06 WIB
5 Tempat Ibadah Berdampingan di Bali
Penulis: | Senin, 16 Agustus 2010 | 18:22 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Muhammad Hasanudin
Masjid Ibnu Batutah (kiri) dibangun berdampingan dengan gereja, pura, dan Vihara di komplek puja mandala, Nusa Dua, bali

TERKAIT:

Reporter: Muhammad Hasanudin/ Bali

KUTA.KOMPAS.com--Jika di sejumlah daerah terjadi konflik antar umat beragama lantaran dipicu pendirian tempat ibadat, di Nusa Dua Bali justru sebaliknya. Lima tempat Ibadat mulai dari Masjid, Pura, Gereja Katholik dan protestan, hingga Vihara berdiri berdampingan tanpa ada sedikitpun pertikaian, bahkan hal tersebut semakin meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

Berdiri di atas tanah seluas 2 hektar, Masjid Ibnu Batutah ini dibangun pada tahun 1994 lalu dan diresmikan 3 tahun setelahnya. Masjid dan 4 tempat ibadat lain di dalam komplek puja mandala ini berdiri atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang memberikan bantuan tanah untuk membangun 5 tempat ibadat tersebut.

Alasan dibangunnya komplek Puja Mandala ini karena minimnya tempat Ibadat khususnya umat Muslim di kawasan Nusa Dua. Selain untuk kebutuhan warga muslim sekitar di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya, masjid ini juga banyak dikunjungi wisatawan yang hendak menunaikan Ibadah sholat lima waktu di sela-sela liburannya di Bali.

Meski berdampingan dengan tempat Ibadat umat lain, selama ini tidak pernah ada konflik yang disebabkan ketidakharmonisan antar sesama. Bahkan, jika ada kegiatan keagamaan dalam waktu yang bersamaan, umat disini saling berinteraksi satu sama lain untuk mempererat kerukunan.

Ada nuansa pendidikan di dalam kebersamaan itu, bagaimanapun tempat ibadah yang dibangun dan bentuknya juga relative besar, akhirnya umat itu sering ketemu,” ujar Soleh Wahidin, Ketua Takmir Masjid Ibnu Batutah.

“Umat Islam pada saat hari Jumat dan kebetulan umat katholik juga mengadakan acara, jadi kita sering interaksi,” imbuhnya.

Selain keunikan lokasinya yang berdampingan dengan 4 tempat ibadat lain, keindahan alam di sekitar Masjid Ibnu Batutah menjadi daya tarik tersendiri bagi jama’ah yang berkunjung. Dari atas masjid, jama’ah dapat melihat pemandangan laut bagian selatan pulau dewata.

 

Editor :
Jodhi Yudono