Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:58 WIB
PENGGUSURAN
Soal Gipsi, Perancis 'Bermain Api'
Josephus Primus | Josephus Primus | Sabtu, 7 Agustus 2010 | 17:45 WIB
|
Share:

www.dailymail.co.uk

KOMPAS.com — Laki-laki Gipsi itu mengendarai mobil dan menerobos pos pemeriksaan. Problem jadi pelik lantaran timah panas seorang polisi di pos itu justru mencabut nyawa si lelaki. Maka dari itu, tragedi berdarah di Saint Aignon pun dipandang oleh kalangan pembela HAM sebagai upaya "main api" Pemerintah Perancis.

Insiden itu adalah catatan AFP beberapa waktu silam. Nah, kini, yang terbaru adalah penggusuran kampung ilegal warga Gipsi di Saint Etienne. "Ini perintah Presiden Sarkozy," kata pernyataan kepolisian setempat.

Kenyataannya, 300 perkampungan ilegal warga Gipsi pun ditutup paksa. Oh iya, insiden penembakan di Saint Aignon memang berbalas kerusuhan. Sejumlah warga melakukan aksi balas dendam, menyerang polisi.

Alhasil, pihak yang berseberangan dengan Presiden Nicolas Sarkozy pun melayangkan tudingan. "Pemerintah menyudutkan minoritas Gipsi demi mendapat dukungan pemilih sayap kanan," demikian tudingan kelompok pembela HAM.