Rabu, 24 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 24 September 2014 | 07:24 WIB
Pertunjukan
Menonton Wayang dalam Bahasa Indonesia
Penulis: Yurnaldi | Kamis, 22 Juli 2010 | 22:36 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Robert Adhi Ksp/KOMPAS Pertunjukan wayang di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (22/7/10). Bentara Budyaa Jakarta menggelar Pameran Wayang Koleksi BB bertajuk Mengenal Wayang, Mengenal Jati Diri Bangsa. 22-31 Juli 2010

KOMPAS.com - Sejatinya wayang itu dikenal luas dalam bahasa daerah, terutama bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Namun, pada pertunjukan Wayang Betawi dengan dalam Ki Sukar Pulung, Kamis (22/7) di halaman Bentara Budaya Jakarta, seusai pembukaan Pameran Wayang bertajuk Mengenal Wayang, Mengenal Jati Diri Bangsa , pertunjukan wayang dalam bahasa nasional, bahasa Indonesia.

Sejumlah penonton yang selama ini tak mengerti bahasa Jawa, mengaku tertarik menyaksikan pertunjukan wayang dengan bahasa Indonesia, tapi tetap dalam genre atau cengkok Jawa. Bahkan, anak-anak yang ikut menonton, terlihat tertawa juga saat dalang berkisah dengan bahasa ungkap yang kocak dan bisa dimengerti.

Menurut Kurator Pameran Wayang Riyo S Danumurti, upaya menyajikan pentas wayang dalam bahasa Indonesia, atau ditranslasikan dalam bahasa Indonesia, serta pengurangan durasi pentas, adalah bentuk-bentuk terobosan dalam upaya menyelamatkan way ang agar tidak menjadi fosil budaya.

Selama ini animo masyarakat terhadap pertunjukan wayang kulit masih cukup besar, tapi para penonton ini hanyalah kelompok terbatas, baik dalam umur maupun asal lahir dan tumbuh. Dengan pertunjukan wayang berbahasa Indonesia, wayang bisa dikenal dan disuka i/diapresiasi masyarakat yang lebih luas, baik dari sisi etnis, pendidikan, maupun umur, katanya.

Gagasan Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menggelar Pameran dan Pertunjukan Wayang, kata Direktur Eksekutif BBJ, memang untuk menyasar kalangan kaum muda, remaja perkotaan. Sebab, wayang yang merupakan sebuah pencapaian seni budaya yang pada tahun 2003 dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

BBJ hingga tanggal 30 Juli mendatang, juga mementaskan wayang dengan dalang remaja atau dalang cilik, sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri dengan kalangan remaja. Berbagai pementasan itu dengan sendiri lengkap memuat unsure-unsur sastra, rupa, musik, dan teater, katanya.

Meski demikian, BBJ tanggal 29 Juli mendatang menyiapkan satu pagelaran wayang kulit purwa semalam suntuk dengan dalang terkemuka Ki H Manteb Soedharsono . Pementasan wayang golek dan wayang kulit tersebut diharapkan bisa mewakili gambaran kehidupan teater tradisional ini, yang cukup tersebar dan nyata masih hidup di berbagai daerah.

Pameran dan pertunjukan wayang yang dibuka penari dan koreografer Retno Maruti, memberi informasi lengkap tentang wayang. BBJ menampilkan ratusan wayang koleksinya. Mulai dari koleksi wayang kulit, wayang golek, hingga way ang dari anyaman rumput, yang ternyata juga unik dan eksotik.

Pameran juga dimeriahkan dengan adanya lukisan kaca bertema wayang, buku-buku tentang wayang dan pemutaran film wayang. Jumat (23/7) ini, selain pameran juga ada agenda pemutaran film wayang kulit berjudul Dewa Ruci dalam Ki H Manteb Soedarsono (pukul 15.30 WIB) dan pementasan karawitan dan pedalangan karyawan KG, Kusumo Utomo dengan dalam Ki Suyadi.

 

Editor :
R Adhi KSP