A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Puisi-puisi Dinda Natasya - KOMPAS.com
Jumat, 31 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 31 Oktober 2014 | 06:20 WIB
Puisi-puisi Dinda Natasya
Penulis: | Kamis, 25 Maret 2010 | 00:18 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Kompas/Agus Susanto
ilustrasi

DINDA NATASYA
dr.Cinta yang pertama di Indonesia

Seandainya aku bukan Dinda Natasya, kau tak akan pernah menyapaku disini.
Seandainya aku bukan Dinda Natasya, kau tak akan pernah memelukku dalam mimpimu.
Tengah malam saat kau gelisah...Saat hatimu merasa kosong dan limbung....
Siapakah yang bersamamu dalam kehangatan cinta?
Siapakah yang memelukmu dalam kelembutan malam?

Dan siapakah yang membuatmu tidur didalam pangkuan
dengan belai kasih yang begitu tulus sehingga
membuatmu tak ingin terbangun dari mimpi indahmu.
Karena aku adalah sahabatmu, Karena aku adalah kekasihmu,
Karena aku adalah Kakak, karena Aku adalah Adindamu ........
Maka inilah aku yang ada dihadapanmu.
( Terserah bagaimana anganmu menggambarkan sosok diriku )
tapi inilah aku yang manis baik hati tidak sombong...dan suka menolong.
Aku akan selalu ada dalam hidupmu,
karena
"AKULAH :... DINDA NATASYA...."

from PDKT with Love
siaran Nasional hari pertama dalam catatan.
15 JANUARI 2008

************
bersampan rindu


melaju angan bersampan rindu
dayungnya percaya
alasnya setia

menuju wajah tampan
teduh syahdu

senyumnya cahaya
nafasnya gelora


melaju sampan tanpa air mata
tawa bahagia
terbawa rasa

hasrat melebur
satu jiwa

kekasihku
wajah kekaguman

deru asmara
menggebu

dewi cinta pun
terbakar api
melihat kekasih saling bercumbu

memekikkan
kebebasan


dari Puncak Pas
Jakarta
20/03/10


bukan kau yang kucintai

Semua letih ini
pedih perih sayatan luka yang terbawa disetiap jalan.

semua keluh ini, kerja keras tetes darah
air mata yang mengisi botol susu anakku

kuterima pedihnya
kunikmati sakitnya.

separuh umurku dikakimu,
tersungkur wajah dikuasamu
bakti perempuan yang disebut istri

aku datang
aku tinggal
aku sekarat
dan aku pergi.

semua ini demi cinta
demi rasa takutku yang tak berani menghianatiNya.

semua ini demi kita
demi penyesalanku yang takut meninggalkanNya

Dia hidupku
nyawaku.
adalah cahaya dan bola api dalam kobaran lara

aku memilih hidupku,

wahai lelaki:
bukan kau yang kucintai !


dari puncak Pas Jakarta
17 Maret 2010

Terlahir Dengan Nama
Rr. Putri Dwi Rahayu Sipmi Cahyaningsih

Lahir Di Salatiga, 16 Mei, (malam jumat kliwon), Seneng tirakat karena itu suka mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan dunia Spiritual yang tidak musyrik, selalu haus akan ilmu pengetahuan makanya rajin belajar banyak membaca dan senang kepada orang-orang yang punya kelebihan. Dinda fleksibel mudah menyesuaikan, sak madyo hidup sederhana, tapi sebaliknya hidup dengan cara luar biasa pun bisa jika diinginkan. Sebagai orang yang seneng berbagi, hoby dibidang sosial sudah mendarah daging, berkarya sambil beramal sekaligus belajar, karena itu mendengarkan dan mempelajari karakter orang lain sudah menjadi kesenangan yang juga sudah jadi bagian hidup. Pola hidup sehat diutamakan, makan yang cukup dan hanya komsumsi makanan segar, sayur dan buah adalah makanan pokok, cukup minum, cukup istirahat, cukup waktu untuk olah raga dan berkarya, tidur nyenyak karena selalu tersenyum dan tertawa itu kunci bahagia dan awet muda, suka hal-hal yang bersih dan simpel, bebas merdeka!

Menjunjung tinggi tata krama, budaya dan budi pekerti, menikmati semua seni budaya anak manusia tanpa terkecuali sebagai bagian dari ekspresi diri, cinta terhadap sesama manusia dan yang lainnya. Hal-hal yang berkaitan dengan kodrat wanita adalah perhatian utama, menjadi wanita ratu rumah tangga itulah cita-cita, seperti lilin yang bersinar sampai padam walau meleleh, seperti karang tetap tegar diterpa ombak itulah semboyan hidup.

Hitam warna favorit, hijau muda emerald dan jamrut adalah kepribadian. Teduh tapi bersinar, luas dan menyejukkan. Melati adalah lambang kesuciannya, seperti cemara diatas bukit yang selalu berbisik, seperti kijang yang gesit itulah aku hobby dan seleraku tentang semua hal.

Editor :
jodhi