Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:59 WIB
Ribuan Umat Hindu Ikuti Upacara "Wisuda Bumi"
Jodhi Yudono | jodhi | Selasa, 16 Maret 2010 | 03:11 WIB
|
Share:

google.com

KLATEN, KOMPAS.com--Ribuan umat Hindu berkumpul di halaman Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin mengikuti upacara "Tawur Agung Kesanga" (Wisuda Bumi) untuk mendoakan agar Bangsa Indonesia diberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Jateng dan Yogyakarta terlibat dalam upacara Tawur Agung Kesanga tersebut dipimpin oleh Ketua Paruman Sulinggih Parisada Pusat, Dharma Adiyaksa dan diikuti ribuan Panandita maupun Pinandita.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Jateng, I Nyoman Surahatta menjelaskan, penyelenggaraan Tawur Agung Kesanga di candi Prambanan ini mempunyai arti sangat penting, mengingat bertepatan dimulainya pemerintah baru.

Pada hasil Pemilu 2009, kata dia, sudah barang tentu meninggalkan sisa-sia nesta disharmoni di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta diberbagai sisi kehidupan terciptanya kembali kehidupan yang harmoni.

Menurut dia, Tawur Agung Kesanga atau wisuda bumi adalah korban suci yang diperuntukkan bagi para "bhutakala" demi kesejahteraan dan kelestarian alam semesta yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Upacara tersebut, kata dia, bertujuan agar lebih menghayati dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Agama yang utuh dan segar dalam rangka membangun citra diri sebagai manusia yang seutuhnya.

Selain itu, lanjut dia, juga mewujudkan terciptanya keserasian, keselarasan, keharmonisan, dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya secara utuh.

"Upacara wisuda bumi ini ikut memelihara Candi Prambanan secara niskala adar senantiasa terjaga aura candi," katanya.

Menurut dia, acara ritual wisuda bumi tersebut dengan tema jadikan perayaan Nyepi 1932 Saka sebagai momentum penyadaran diri dan perekat persaudaraan untuk bersama memajukan bangsa.

Sementara para umat Hindu yang hadir dalam upacara tersebut dengan membawa sejumlah sesaji di antaranya buah-buahnya yang dihias sebagai persembahan.

I Nyoman menjelaskan, Umat Hindu melakukan catur brata penyepian selama 24 jam, pada Hari Raya Nyepi wajib hukumnya.

Menurut dia, Nyepi kesempatan yang baik, mengingat setiap manusia banyak melakukan kesalahan baik kepada sesama maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar melakukan pembersihan dengan melakukan mohon maaf kepada yang bersangkutan secara langsung maupun melakukan ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui ritual keagamaan.

Menurut dia, melihat berbagai musibah dan berbagai cobaan masih mewarnai dalam kehidupan di negeri ini.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada pemimpin , tokoh politik, pada orang-orang suci agar melakukan introspeksi diri.

Upacara Wisuda bumi tersebut juga dihadiri Menteri Agama Suryadharma Ali, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, sejumlah anggota DPR RI dan pejabat dari TNI maupun Polri di wilayah Jateng.

Sumber :
ANT