Aktivis lingkungan hidup, Ully Sigar Rusady, menilai pengelolaan air dalam upaya konservasi (pelestarian lingkungan hidup) sangat penting, mengingat akhir-akhir ini banyak bencana alam yang berkaitan dengan air.
"Air sangat vital dalam kehidupan manusia, namun pengelolaannya harus dilakukan secara baik," katanya setelah menyampaikan kuliah umum bertajuk "Peranan Masyarakat Siaga Tanggap Darurat dalam Pelestarian Alam" di Universitas Negeri Semarang, Rabu.
Menurut dia, air dalam jumlah banyak menyebabkan banjir yang merugikan manusia, namun air dalam jumlah sedikit juga dapat menyengsarakan karena menyebabkan kekeringan, sehingga perlu mendapat perhatian.
"Krisis air pada akhirnya juga akan dirasakan masyarakat Indonesia seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk," kata Ully yang juga musisi dan kakak bintang sinetron kawakan, Paramitha Rusady itu.
Ia mengatakan alam sebenarnya sudah sangat tua, sehingga pengelolaan terhadap alam dan lingkungan hidup harus dilakukan secara bijaksana, agar terhindar dari kerusakan lingkungan yang semakin parah.
"Apabila manusia ikut mengambil bagian dalam kerusakan alam, maka bencana alam secara otomatis akan terjadi dan merugikan umat manusia, mengingat usia alam yang memang sudah teramat tua ini," katanya.
Ully menilai pemerintah perlu menyikapi pengelolaan sumber daya air dengan mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada kelsetarian alam, apalagi pada 22 Maret mendatang diperingati sebagai Hari Air se-Dunia.
Kebijakan tersebut, kata dia, perlu juga melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air, agar manusia dapat belajar untuk memperlakukan alam dengan sebaik-baiknya.
"Gerakan masyarakat secara nyata terhadap upaya konservasi sangat diperlukan dan harus dijalankan dari hulu ke hilir, karena itu mari kita berkumpul untuk menyampaikan pesan moral tentang lingkungan," katanya.
Para pihak yang peduli dengan kelestarian alam, lanjutnya, tidak perlu menyerah dengan ulah pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang merusak lingkungan, namun mereka harus tetap berjuang dengan semangat.
"Seringkali kita merasa sudah capek-capek menanam, namun di banyak tempat masih juga terjadi tindak penebangan liar, jangan jadikan itu alasan untuk menyerah," kata pemilik nama asli Rulany Indra Gartika Wirahaditenaya itu.
Berkaitan dengan Unnes yang akan mendeklarasikan diri sebagai "Universitas Konservasi", Ully sangat mendukung dan yakin bahwa cita-cita Unnes itu akan terwujud dengan dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, deklarasi Unnes sebagai "Universitas Konservasi" akan dilakukan pada Jumat (12/3) mendatang dan dihadiri Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh.
"Beberapa agenda yang akan dilakukan, di antaranya penanaman pohon secara simbolik dan penyebaran bibit ikan, yakni Nila dan Tawes ke tiga embung Unnes yang baru saja dibangun," kata Sudijono.

