Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 21:33 WIB
77 Lukisan dan Karikatur Gus Dur Dipamerkan
Penulis: Adi Sucipto | Minggu, 21 Februari 2010 | 19:02 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

GRESIK, KOMPAS.com - Sebanyak 77 karya lukisan dan karikatur KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di pamerkan di Gedung Nasional Indonesia Kabupaten Gresik mulai Minggu (21/2/2010) pukul 15.00 hingga Kamis (25/2/2010) mendatang. pameran itu digelar Dewan Kesenian Kabupate n Gresik untuk memperingati 40 hari wafatnya Gus Dur.

Ketua Dewan Kesenian Gresik, Kris Adji AW menjelaskan pameran lukisan dan Karikatur Gus Dur ini diadakan dalam rangka 40 hari wafatnya Gus Dur versi pelukis. " Biasanya teman-teman pelukis ini susah untuk diatur, apalagi disuruh melukis satu obyek. Tetapi, anehnya ketika diminta melukis Gus Dur untuk pameran kok mudah. Ya ini barangkali salah satu berkah Gus Dur," katanya.

Kris menjelaskan ini merupakan pameran dengan obyek satu tokoh yang pertama kali diadakan di Indonesia dengan menyertakan 77 lukisan, 27 diantaranya hasil lomba karikatur tentang Gus Dur. Selebihnya karya lukis 25 seniman lukis di Gresik.

Dipilihnya Gus Dur sebagai salah satu obyek sebab Gus Dur punya sisi unik. Menyoal Gus Dur menurut Kris, bagaikan menelusuri sungai berliku tiada ujung. "Gus Dur ulama moderat yang mumpuni, negarawan yang memegang prinsip kemajemukan. Gus Dur juga sosok seniman dan budayawan. Pameran ini bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Gus Dur," ujarnya.

Menurut Inoeng diambilnya Gus Dur sebagai obyek kali ini ada beberapa alasan. Gus Dur sosok yang apa adanya tak peduli orang mengejek atau sengaja membisikinya, Gus Dur sosok pluralis yang gampang menerima masalah budaya dan agama. Gus Dur sosok yang renda h hati dan cerdas, dan sosok filosof dalam melangkah maupun berucap. Kacamata, sampai jalannya bila dikarikaturkan akan mudah diterima masyarakat. Gus Dur nyleneh dan blak-blakan, sedangkan karikatur pada intinya menertawakan obyek, namun perlu perenungan bila melihatnya.

Dalam pameran ini dipamerkan karaikatur ukuran 8 mm X 11 mm karya Achmad Feri. Gus Dur digambarkan sebagai sosok yang cuek penuh canda dengan ekspresi meyakinkan. Kali ini juga dipamerkan karya pelukis cilik Galih Rafi Astagina yang pernah memenangkan pen ghargaan Honorable Mention, in the 12th World Children Picture Contest yang digelar di Jepang tahun 2005 dan 2006.

Dalam rangkaian pameran kali ini juga diadakan lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak. Tercatat 3.509 peserta lomba mewarnai dan 990 lukisan ayah mereka atau Gus Dur. Gambar lukisan dan mewarnai hasil anak-anak itu masih diseleksi Dewan Juri untuk men entukan pemenangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Chusaini Mustaz menyambut positif pameran kali ini. Bahkan dia juga menyertakan koleksi bukunya tentang Gus Dur di arena pameran. Menurut dia lomba mewarnai itu dan melukis itu bukan saja untuk kepentingan hari in i tetapi juga bermanfaat bagi anak-anak nanti.

 

 

 

Editor :
Edj