Senin, 24 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 24 November 2014 | 13:36 WIB
Matang Puluh Gus Dur di Pati
Penulis: | Rabu, 10 Februari 2010 | 22:56 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Mengenang Gus Dur

Peringatan empat puluh hari wafatnya KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akan diperingati secara besar-besaran di Pati pada Jum’at (12/2).

Tidak tanggung-tanggung, semua organisasi yang berkait dengan NU di Pati, mulai PCNU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU, Lakpesdam NU, PMII dan Lesbumi, dengan mengajak Forum Komunikasi Umat Beragama dan ormas-ormas keagamaan lain, bekerja sama untuk mewujudkan acara akbar ini.

“Dari garis Ibu, lewat silsilah KH Bisri Syansuri, Gus Dur berdarah Pati juga. Itu sebabnya kami merasa terpanggil untuk ikut memperingati matang puluh wafatnya beliau ini di Pati” jelas Ahmad Sholhan, eksponen muda yang dipercaya menjadi ketua panitianya.

Rangkaian kegiatan meliputi sarasehan, pawai akbar, tahlil umum dan pentas musik “Duka Cinta Gus Dur”
Sarasehan “Gus Dur, NU dan Bangsa” akan diselenggarakan pukul 08.00 WIB, di Pendopo Kabupaten Pati. Acara ini menghadirkan narasumber Sayid Yahya Assegaf, Amir Mahmud NS, Al-Zastrouw Ng, Anis Sholeh Ba’asyin, dan Abdul Ghaffar Rozin, dan akan dipandu oleh penulis Pati, Munawir Aziz. Sarasehan ini bertujuan untuk menapak kembali nilai-nilai perjuangan Gus Dur yang membekas pada ingatan sejarah dan imajinasi kultural warga negeri ini.
Siang harinya, direncanakan pawai akbar “Seribu Bunga Untuk Bapak Bangsa” akan mengelilingi jalan-jalan utama kota Pati. Dalam pawai ini akan tampil sejumlah marching band, kesenian lokal, dan barongsai dari berbagai komunitas di Kabupaten Pati.

Sedangkan tahlil umum dan pentas musik “Duka Cinta Gus Dur” akan diselenggarakan pada malam harinya. Sejumlah tokoh direncanakan akan hadir untuk ikut mengisi acara tersebut. Mulai kalangan kiai seperti KH. Said Aqil Siradj, KH. Nuril Arifin dan KH. Muadz Thohir; dosen Lemhanas Wawan H. Purwanto sampai dengan budayawan dan seniman Putu Wijaya, Jaduk Ferianto, Mel Shandy dan lain-lain. Acara tersebut akan dipandu oleh Anis Sholeh Ba’asyin dengan Orkes Puisi Sampak Gus Uran-nya.

Dalam acara tersebut Inayah Wulandari, salah seorang putri Gus Dur, juga direncanakan hadir. Kecuali itu, para habib dan Kyai sepuh dari sekitar Pati akan hadir untuk ikut mengenang dan berdoa untuk Gus Dur sekaligus untuk bangsa. Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan pentas wayang kulit.

“Acara ini adalah murni inisiatif anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda NU (GAM-NU), tanpa ada motif politik atau berkait dengan partai politik manapun” tegas Alex Fathudin salah seorang pemrakasa acara tersebut. (*)

Editor :
jodhi