Sajak Sebelum Menikah
Timbunan rontok
Bara biru
Me
n
e
te
s
,
,
________
di hati
Racun hitam
Kidung malam
Lampu jalan mewarnai sunyi
Menghunuskan belati
Mau memburai kota mati
'Isa yang masih hidup
aku ingin mendulang arif
Menerima sejarah yang bertashrif
Seperti kau jalani
hidup yang hanif
Waktu
Kawanku mengikut dari pagi seperti kesenyapan yang berputar-putar di rahim ibu ketika aku masih sebagai janin. Suara tangisnya di antara nafas dan darahku.
Kawanku lahir pertama.
Ia waktu.
Kawanku Sendiri di Taman
Saat awan hitam mengintai
aku berlari meninggalkanmu
Telah kukerek tubuhmu tinggi di dahan pohon
Dan telah datang burung-burung menyambutmu seperti karib lama
Membawamu terbang mengintip peri-peri
yang tak habisnya bercanda
yang berkumpul entah di atas mana
Tapi kini aku ragu:
adakah kau telah terbang bersama burung-burung
merdeka dari tubuhmu
atau sendiri sepi tererayun-ayun di atas pohon di taman itu?
Di keremangan malam
Sambil menurunkan jasadmu yang beku diguyur hujan
aku terkenang obrolan terakhir kita:
-Tahukah kau apa itu hujan?
-Kau sinting, semua orang tahu
-Semua orang sinting. Aku bertanya padamu
Aku diam
Katamu:
Di atas sana ada peri-peri merajut pelangi
Mereka ceroboh dan suka bercanda hingga jarum-jarum itu
berjatuhan ke bumi
ke atap-atap rumah kita
lalu kita sebut hujan
Kadang mereka selesai merajut pelangi, dan
anak-anak kita melonjak riang menyaksikannya
Lebih sering mereka gagal merajutnya
Kau sinting, kawan
Aku hanya melihat jasadmu yang tergantung
Dan kau sendiri di sana
Biodata
Nama Lengkap: Agus Dwi Putra
TTL : Jakarta, 17 Agustus 1987
Alamat E-mail: agusjay55@yahoo.co.id
Saat ini penulis bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Keuangan. Penulis juga bergiat dalam komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta dan pernah diamanatkan sebagai pemimpin redaksi Buletin Pena, majalah internal FLP Jakarta.
Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan, antara lain cerpen “Di Bangku Taman” (Kompas), inspiring story “Jam Kantor” (antologi bersama buku Berbagi Kisah Dan Harapan: Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak), cerpen remaja “SMS Kak Hanto” dan “Majas” (Majalah Kawanku), serta cerpen anak-anak “Tetangga Baru Malvin” (Majalah Bobo). Penulis berdomisili di Jatiwarna, Bekasi.

