Sabtu, 1 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 1 November 2014 | 13:00 WIB
Video "Pembaptisan" Gus Dur Diputar di Surabaya
Penulis: Jodhi Yudono | Selasa, 12 Januari 2010 | 03:35 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
KH Abdurrahman Wahid

SURABAYA, KOMPAS.com--Video "pembaptisan" mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diputar dalam sebuah kajian keagamaan di pusat kota Surabaya.

"Video ’pembaptisan’ Gus Dur itu tidak benar, karena Gus Dur sewaktu hidup sudah membantah secara gamblang," kata pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur, Wonocolo, Surabaya, K.H. Imam Ghozali Said MA., di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi pengakuan aktivis masjid yang hampir mempercayai video itu, karena ada Alkitab di atas kepala Gus Dur.

Menurut Imam Gozali Said yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, acara yang disebut dengan pembaptisan itu terjadi di sebuah stadion olah raga.

"Gus Dur saat itu dipanggil seorang pendeta untuk didoakan, tapi Gus Dur tidak melihat apa yang terjadi bila ada kegiatan yang mirip pembaptisan," katanya.

Bahkan, katanya, ketika kasus ’pembaptisan’ itu diprotes banyak kalangan, almarhum semasa hidupnya menegaskan bahwa dirinya adalah Muslim yang tidak mungkin akan mengikuti pembaptisan.

"Kalau Gus Dur dekat dengan kalangan non-Muslim memang begitu adanya, tapi Gus Dur membantah bila ada pembaptisan itu. Kalau ada kegiatan mirip pembaptisan, maka Gus Dur tidak melihatnya," katanya.

Oleh karena itu, katanya, kasus pembaptisan itu tidak selayaknya dipersoalkan lagi ketika Gus Dur sudah meninggal dunia.

"Apalagi, imam Masjidil Haram Syaikh Dr H Abdurrahman Bin Abdul Aziz Al Sudais saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada shalat Jumat (1/1/2010) pun memimpin doa dan shalat Gaib untuk Gus Dur. Itu menunjukkan kadar keislaman almarhum yang tak patut diragukan," katanya.

Abdurrahman Sudais berada di Jakarta terkait penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist "Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Al Suud" Tingkat ASEAN Tahun 2009.

Sumber :
ANT
Editor :
jodhi