Sabtu, 26 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Juli 2014 | 00:33 WIB
Soe Hok Gie Tetap Hidup di Gunung Semeru
Penulis: FX. Laksana Agung S | Jumat, 18 Desember 2009 | 10:01 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

LUMAJANG, KOMPAS.com — Meskipun seorang peserta pendakian massal meninggal, Kamis (17/12/2009), acara Napak Tilas Soe Hok Gie di Gunung Semeru, Jawa Timur, tetap dijalankan sesuai jadwal, yakni 14-20 Desember. Namun, panitia penyelenggara yang terdiri atas Mapala UI dan Komunitas Pecinta Alam Malang membuat beberapa penyesuaian.

"Kami membuat beberapa penyesuaian mengingat kondisi psikologis peserta setelah kejadian meninggalnya seorang peserta. Acara yang awalnya, dalam tanda kutip, bernuansa hura-hura, kami buat menjadi lebih ke permenungan," kata Koordinator Acara Talk Show dan Musikalisasi Puisi Soe Hok Gie, Metta Kartika, saat dihubungi di Malang, Jumat (18/12/2009).

Mulai Kamis sore lalu hingga Minggu (20/12/2009), sebagaimana jadwal, agenda acara Napak Tilas Soe Hok Gie berupa kemah persahabatan di Ranu Regulo yang masih di sekitar Pos Pendakian Ranu Pani. Peserta dari berbagai komunitas pecinta alam ditambah panitia jumlahnya sekitar 100 orang.

Materi acaranya, antara lain, talk show dan musikalisasi puisi Soe Hok Gie yang akan digelar pada 19 Desember. Selain itu, ada pula renungan bersama.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) Wilayah II Anggoro Dwi Sujiarto menyatakan, tidak ada persoalan jika acara tetap dilanjutkan. Apalagi, acaranya berupa perkemahan persahabatan yang dilangsungkan di sekitar Ranu Regulo.

Kegiatan pendakian massal sendiri sudah selesai pada Kamis lalu. Pihak TN-BTS menutup seluruh kegiatan pendakian ke Gunung Semeru mulai Kamis hingga Jumat ini. Sabtu esok, TN-BTS sedianya akan kembali membuka kegiatan pendakian sampai dengan Kalimati.

Peserta pendakian massal yang meninggal pada Kamis dini hari lalu adalah Muamar Hanafi (22), mahasiswa STKIP Jombang, Jawa Timur. Warga Kabupaten Jember tersebut diduga kuat meninggal akibat kelelahan. Soe Hok Gie sendiri meninggal pada 1969 akibat menghirup gas beracun yang keluar dari kawah Semeru.

Editor :
jimbon