Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 07:18 WIB
UGM Larang Pemasangan Patung
Idha Saraswati W Sejati | jodhi | Rabu, 16 Desember 2009 | 20:32 WIB
|
Share:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Sejumlah seniman melukisi tangki air pada truk yang diparkir di halaman Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (7/12), untuk menyambut Biennale X. Ratusan seniman juga mempercantik berbagai ruang publik di Yogyakarta untuk menggemakan semangat menyambut perhelatan Biennale X yang akan dimulai pada 10 Desember.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Petugas dari Satuan Keamanan Kampus Universitas Gadjah Mada menahan asisten seniman peserta Biennale Jogja X 2009 yang sedang mengecat patung di Bundaran UGM. Penahanan terjadi karena patung di Bundaran UGM itu belum mendapat izin pemasangan dari UGM.

Asisten seniman Anjar Warsito menuturkan, ia dan temannya mengecat patung di Bundaran UGM karena diminta oleh pematungnya. Saat sedang mengecat patung berjudul "Terbelenggu" itu, dua petugas SKK UGM datang menanyakan surat izin. "Saya tidak membawa surat izin karena hanya diperintah langsung pematungnya. Lalu saya dibawa ke kantor mereka," katanya, Rabu (16/12/2009) saat ditemui di depan Kantor SKK UGM.

Anjar ditahan di kantor Satuan Keamanan Kampus selama lebih dari dua jam. Ia bebas setelah panitia Biennale datang dan berbicara dengan Kepala SKK UGM. Koordinator Program Biennale Jogja X, Kasan Ali mengatakan, sebelum karya tersebut dipasang, pihaknya sudah mengajukan izin ke Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Izin diajukan kedua wilayah karena status kepemilikan kawasan Bundaran UGM belum jelas.

Dengan kesepakatan dari Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta serta dinas terkait lainnya, akhirnya patung karya Ismanto itu dipasang Jumat (11/12/2009) dini hari lalu. Hingga penahanan terjadi, panitia Biennale tidak pernah mendapat keluhan dari pihak UGM. Agar pengerjaan karya bisa diteruskan, panitia Biennale akan mengirim surat izin pemasangan karya ke Rektor UGM.

Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM Singgih Hawibowo mengatakan bahwa kawasan Bundaran UGM masih menjadi wilayah UGM. Oleh karena itu, selama belum ada izin pemasangan karya dari UGM, pengerjaan patung dalam rangka Biennale Jogja X itu tidak bisa dilanjutkan. Pengerjaan karya bisa dilakukan setelah panitia mengajukan izin dan mendapat persetujuan dari UGM.           

Sumber :
Kompas Cetak